Gempa Banten Bikin Panik Warga Jakarta

Cah/Ssr/Sru/Try/Gan/KG/SM/WB/DG/Ant/X-11
24/1/2018 07:11
Gempa Banten Bikin Panik Warga Jakarta
(TAGANA KEMENSOS)

GEMPA tektonis berkekuatan 6,1 pada skala Richter, kemarin, mengguncang berbagai daerah di Provinsi Banten dan Jawa Barat. Selain mengakibatkan rumah dan jalanan di wilayah Banten rusak, guncangan gempa itu juga sempat membuat kepanikan di ibu kota negara, Jakarta.

Berpusat di Samudra Hindia dengan kedalaman 61 kilometer dan berjarak 43 kilometer barat daya Kabupaten Lebak, atau sekitar 143 kilometer dari Jakarta, gempa yang terjadi selama 50 detik pada pukul 13.34 WIB itu membuat karyawan di perkantoran dan gedung pemerintahan berhamburan menyelamatkan diri.

Sejumlah pegawai dan pe-ngunjung di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, misalnya, langsung berlarian turun menggunakan tangga darurat.

"Getaran gempanya sangat terasa. Kita langsung lari turun dari lantai lima, panik," ungkap Irwandi, salah satu pengunjung.

Ketakutan juga melanda pengunjung Mall of Serang (MoS) di Provinsi Banten. Mereka pun berebut turun dari pusat perbelanjaan berlantai dua tersebut. Meski terjadi kegaduhan, tidak ada pe-ngunjung yang cedera.

"Semua ingin duluan, tapi untung ada satpam yang menenangkan kami," ujar salah seorang pengunjung MoS, Ratu Fadiyah.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Riyadi, mengatakan gempa disebabkan patahan lempengan bumi.

"Ini gempa tektonis di kedalaman 61 kilometer. Patahan itu menimbulkan daya yang besar, tapi tidak menimbulkan potensi tsunami," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak terpan-cing oleh isu menyesatkan soal akan terjadinya gempa susul-an yang lebih besar.

"Iptek belum mampu memprediksi gempa secara pasti. Saat merasa ada guncangan gempa, segera keluar rumah atau mencari tempat yang aman," kata Sutopo.

Kementerian Sosial serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten kini telah menyalurkan bantuan logistik bagi korban gempa di wilayah Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan pihaknya belum menetapkan status tanggap darurat bencana karena masih mendata jumlah pasti korban dan nilai kerusakan akibat gempa.(Cah/Ssr/Sru/Try/Gan/KG/SM/WB/DG/Ant/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya