Keseriusan Proyek Rumah DP 0% Anies-Sandi Dipertanyakan

Gana Buana
20/1/2018 18:33
Keseriusan Proyek Rumah DP 0% Anies-Sandi Dipertanyakan
(MI/Ramdani)

RAUT wajah Yuniar ditekuk 45 derajat saat keluar dari kawasan pembangunan perumahan down payment/uang muka (DP) 0%, di Jalan H Naman, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Yuniar seolah kecewa dengan apa yang baru ia lihat di dalam kawasan proyek tersebut.

Kedatangannya ke lokasi tersebut tidak lain ialah untuk mendapatkan informasi agar mendapatkan rumah tersebut. Namun kenyataannya, dua jam ia menunggu tak ada satu pun petugas yang melayaninya.

"Kosong belum ada petugas yang berjaga, Harusnya ada petugasnya yang di sini kasih informasi. Jadi kami mau nanya-nanya bisa tahu," kata warga Pondok Kelapa itu.

Yuniar mengaku belum memiliki rumah. Hingga saat ini, ia dan keluarganya masih mengontrak di daerah yang tak jauh dari lokasi pembangunan perumahan yang diinisiasi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno tersebut.

Berdasarkan data yang diperoleh Pemprov DKI telah melakukan peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan rumah tanpa DP bagi warga Jakarta, Kamis (18/1) kemarin. Namun hari ini, belum tampak kelanjutan pengerjaan proyek tersebut.

Sebetulnya, sudah ada satu kantor yang jadi titik pusat proyek tersebut. Jajaran rumah artifisial telah berdiri di depan kantor tersebut. Sayangnya itu hanyalah maket rumah vertikal yang disediakan sebagai gambaran bagi warga.

Warga tampak antusias dan terus berdatangan untuk melihat dan mendapatkan informasi cara mengakses rumah DP 0% tersebut. Sayangnya, di kawasan ini tidak ada pelayanan pemasaran.

Di depan gerbang, terdapat sebuah pos petugas keamanan, tapi juga tak berpenghuni. Bahkan, tidak ada satu pun petugas keamanan (satpam) yang bisa dimintakan informasi oleh warga mengenai rumah DP 0% tersebut di lokasi ini.

Namun, baru saja dua hari seremonial peletakan batu pertama dilakukan orang nomor satu di Jakarta, pembangunan rumah DP 0% menuai kontroversi. Sebab lahan pembangunan Kelapa Village disebut merupakan lahan yang seharusnya dibangun menjadi apartemen Pondok Kelapa Village.

Seorang warganet, Luki, mengklaim dirinya merupakan salah satu orang yang telah membeli satu unit Apartemen Pondok Kelapa tersebut. Sejak 2015 silam, keluarganya secara rutin menyetorkan cicilan pembayaran tiap bulan. Bahkan bila dihitung hingga awal 2017 kemaren dana yang telah Ia setorkan sudah mencapai 50%.

"Hingga awal 2017, dana yang kami setorkan sudah hampir 50%," cuit dia lewat akun @lalalalucki.

Dalam cuitannya, Luki hanya berniat menagih haknya kembali kalau memang pembangunan apartemen Pondok Kelapa Village dibatalkan. Sebab, berkali-kali ditagih soal pembangunan, pihak developer selalu ingkar janji. Bahkan, hingga penghujung 2017, belum ada tanda-tanda pembangunan berlangsung.

"Janjinya #PondokKelapaVillage mau dibangun Februari 2017, lalu mundur ke April, Mei, Juni, Juli, nggak juga dibangun. Aneh juga, mengingat proyek ini bersumber dari Sarana Jaya - badan usaha Pemprov DKI Jakarta. Harusnya kredibel, bukan? #RumahDP0,” tulis Luki.

"Ternyata, Sarana Jaya hrs menggandeng developer swasta utk pembangunan #PondokKelapaVillage. Konon katanya, developer awal gak perform sehingga hrs cari developer baru. Entahlah, kami sbg konsumen hanya ingin kejelasan; kapan dibangun? Jika batal dibangun, kembali kan uang kami," cuitnya lagi.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinotoan, membantah lahan pembangunan Kelapa Village merupakan lahan pembangunan apartemen Pondok Kelapa Village. Sebab, dua hunian vertikal tersebut dibangun di atas lahan berbeda di dalam satu kawasan.

"Beda lahan," singkat Yoory, Sabtu (20/1).

Yoori mengaku, sebelumnya memang ada lahan yang dulu dikerjasamakan dengan PT Gemilang Usaha Terbilang (GUT). Total luas lahan di kawasan tersebut ada 2,9 hektare. Namun, 1,5 ha di antaranya memang dikerjasamakan dengan PT GUT. Namun, sampai saat ini, kata Yoory, perusahaan tersebut belum juga memulai pembangunannya.

Sementara itu, lahan yang digunakan untuk membangun rumah DP Rp 0 adalah sisa lahan yang belum dikerjasamakan dengan PT GUT. Luasnya mencapai 1,4 hektar lahan. “Jadi, ini bukan lahan PT GUT yang mangkrak," tandas Yoory. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya