Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UJI coba program OK Otrip mulai dilaksanakan kemarin. Sejumlah standar pelayanan baru oleh angkutan kota (angkot) pun diterapkan. Salah satunya, mereka dilarang ngetem hingga diminta menyosialisasikan program OK-Otrip kepada masyarakat.
Dari enam trayek yang rencananya diuji, baru satu trayek yang telah terlaksana, yakni rute Kampung Melayu-Duren Sawit, Jakarta Timur.
Untuk uji coba perdana yang terintegrasi dengan angkutan kota itu, ada 15 armada yang dilibatkan dari Koperasi Budi Luhur. Armada tersebut sebelumnya merupakan angkot dengan nomor trayek 03 dengan rute Kampung Melayu-Komplek PWI, Kebon Nanas.
Setelah terintegrasi dengan program OK-Otrip, trayek mereka diperpanjang hingga Duren Sawit. Nomor trayek mereka pun berubah menjadi OK-2. Angkot OK-2 beroperasi setiap hari pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB dengan sopir yang telah diberi pelatihan.
Para sopir kini tidak lagi harus memberikan uang setoran kepada koperasi tempat mereka bernaung. Mereka digaji setara upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta, yakni Rp3,6 juta per bulan.
Niman Sukiman, 48, salah satu sopir armada OK-2, mengaku lebih semangat narik saat ini. Tentunya kini ia bisa punya penghasilan tetap, bahkan lebih besar jika dibandingkan dengan sistem setoran yang selama ini ia gunakan.
Pelayanan yang harus diberikan ke penumpang pun bertambah daripada sebelumnya. Kini ia tidak dibolehkan lagi merokok saat menyetir, juga diminta harus menyelesaikan trayek dari awal sampai akhir, dan enggak boleh lagi mengoper penumpang ke angkot lain.
"Ini kayak jarum jam, terus berputar, enggak boleh ngetem," kata Niman saat ditemui di Terminal Kampung Melayu.
Saat Media Indonesia menjajalnya kemarin, armada OK-2 sangat tertib dalam pelayanan kepada warga. Tiap armada hanya boleh berhenti di tempat-tempat yang diberi palang bus stop.
Di rute Kampung Melayu-Duren Sawit, ada 45 titik bus stop untuk rute pergi dan pulang. Jarak antarbus stop sekitar 300 meter. Di tiap bus stop pun, mereka hanya diizinkan berhenti maksimal 1 menit.
Yang paling membedakan layanan OK-Otrip dengan operasional angkot biasa ialah sistem pembayaran. Setiap penumpang diwajibkan memiliki kartu OK-Otrip.
Untuk saat ini, kartu OK Otrip baru disediakan layanan tapcash dari Bank BNI. Kartu dijual seharga Rp40 ribu dengan saldo Rp20 ribu.
Setiap angkot OK-2 dipasangi mesin tapcash untuk membaca kartu. Total tarif yang dikenakan ialah Rp5.000 untuk rentang waktu tapping selama tiga jam, untuk moda Trans-Jakarta dan angkot yang terintegrasi OK-Otrip.
Namun, hingga tiga bulan mendatang, Trans-Jakarta menetapkan tarif Rp0 untuk menaiki angkot. Sementara itu, untuk Trans-Jakarta, diterapkan tarif seperti biasa.(Nicky AW/J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved