Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KECELAKAAN maut di jalur kereta api terjadi di pelintasan kereta api tanpa palang pintu, Kampung Pladen, RT01/05, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten, kemarin. Sebuah mobil Daihatsu Terios warna hitam dengan pelat nomor B 1389 WKC ditabrak kereta batu bara dari arah Jakarta menuju Rangkas Bitung. Tiga dari enam orang penumpang Terios meninggal dunia.
Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan AKP Lalu Hedwin Anggara mengatakan awalnya dua korban meninggal di tempat, dua kritis serta dua korban lain terluka cukup parah. Dari dua korban yang kritis, satu meninggal dunia di RS DHIA, Ciputat, Tangerang.
Kecelakaan maut tersebut, ungkap Anggara, terjadi karena pelintasan kereta api di Kampung Pladen itu tidak memiliki palang pintu. Sebenarnya ini bukan yang pertama kali. Beberapa waktu lalu juga ada kejadian serupa.
"Kami minta instansi terkait memasang palang pintu di sana. Kejadian kali ini diketahui warga sekitar lokasi yang mendengar jeritan minta tolong sekitar pukul 04.00 WIB," kata Anggara.
Korban meninggal dalam kejadian ialah Nazwa, 17, Andrian, 27, dan Yuliyanti, 29. Sementara itu, tiga orang lain menderita luka-luka yang cukup parah, yaitu Antoni Ibrahim, 22, Nurlaela Fernita, 17, dan Jeniar Mulya, 20. "Keenam korban itu kerabat dekat yang hendak bertandang ke rumah saudaranya di Ciputat," kata Kasat Lantas.
Benturan keras
Dani, 53, saksi mata, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, kemarin. Saat itu dia tengah bersiap untuk menjalankan salat Subuh. Azan Subuh belum terdengar. Dia lamat-lamat mendengar suara terikan minta tolong. Jarak rumah Dani dengan pelintasan kereta tanpa palang pintu itu sekitar 200 meter.
"Saya keluar rumah karena mendengar suara tabrakan yang sangat kencang dan ada suara minta tolong," katanya, kepada wartawan di lokasi kejadian.
Ternyata, suara tabrakan itu berasal dari mobil Daihatsu Terios hitam B 1389 WKC yang berisi enam orang. Korban sudah tergeletak di antara pohon pisang samping rel dengan kondisi mobil ringsek. "Kemudian saya teriak kepada warga lain untuk membantu mengeluarkan korban yang masih berada di dalam mobil. Dua orang meninggal di lokasi," ungkapnya.
Korban kritis dibawa ke RS DHIA Ciputat dan RS Sari Asih Ciputat. Salah satu korban yang dibawa ke RS Sari Asih Ciputat akhirnya meninggal dunia. Menurut keterangan petugas dari sekuriti kereta api, mobil Terios tersebut disambar kereta pengangkut batu bara yang melintas dari Jakarta menuju Merak dengan nomor kereta K 2646.(SM/J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved