8 Titik Kantong Parkir Ojek Online Bekasi Kurang Diminati

Antara
10/1/2018 19:30
8 Titik Kantong Parkir Ojek Online Bekasi Kurang Diminati
(MI/ARYA MANGGALA)

DINAS Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat, mengungkapkan penyediaan sejumlah kantong parkir bagi pangkalan sementara pengendara ojek daring (online) di wilayahnya kurang diminati.

"Seluruh titik tunggu (ojek online) sudah diberikan oleh kami, tapi sayangnya masih banyak ojek online yang parkir sembarangan," kata Kepala Bidang Angkutan pada Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Fatikhun, di Bekasi, Rabu (10/1).

Situasi itu mengakibatkan sejumlah ruas jalan protokol di wilayah setempat masih belum steril dari keramaian ojek daring, bahkan memicu penyempitan badan jalan yang berujung pada kemacetan.

Dishub hingga kini telah menyediakan delapan titik tunggu sementara bagi pengendara ojek daring maupun konvensional. Titik tunggu itu berada di Stasiun Kranji yang memiliki kapasitas 60 sepeda motor, Stasiun Bekasi Timur 50 sepeda motor, Bulak Kapal 100 sepeda motor, Tol Timur 60 sepeda motor, Bekasi Cyber Park 150 sepeda motor, Mega Bekasi Hypermall 75 sepeda motor, dan Stasiun Bekasi 319 sepeda motor.

Fatikhun mengatakan, terus berkordinasi dengan instansi terkait dari kepolisian lalu lintas untuk menertibkan pangkalan liar ojek.

"Sebab untuk penindakan angkutan online ada di ranah kepolisian. Kita tidak memiliki kewenangan untuk menindak ojek online tersebut," katanya.

Dikatakan Fathikun, Kementerian Perhubungan sudah mengeluarkan aturan bagi angkutan umum kendaraan roda empat.

"Kalau ojek online mobil kita masih bisa mengambil tindakan karena sudah ada aturan mainnya," katanya.

Dia mengatakan, pemetaan titik kumpul itu untuk mengurai kepadatan kendaraan di ruas kawasan protokol seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, dan Jalan Ir H Djuanda Bekasi Timur. Penetapan titik pangkalan itu sudah diberlakukan pihaknya sejak awal November 2017.

"Aturan ini sudah kami sampaikan ke paguyuban ojek online di Kota Bekasi. Semuanya diberikan pemahaman soal pelarangan wilayah untuk dijadikan pangkalan," ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya