Panitia Hak Angket DPRD DKI Dinilai Mengada-ada

Mal/Ssr/Put/X-9
14/3/2015 00:00
Panitia Hak Angket DPRD DKI Dinilai Mengada-ada
(ANTARA/Widodo S Jusuf)
RENCANA Panitia Hak Angket DPRD DKI Jakarta memanggil istri Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Veronica Tan, Senin (16/3), dinilai mengada-ada karena tak relevan dengan persoalan angket, yakni RAPBD DKI 2015.

"Yang namanya angket itu harus didefinisikan. Angketnya itu kasus apa yang sedang diselidiki lalu pihak-pihak yang dipanggil itu harus relevan dengan kasus yang diselidiki," ujar pakar hukum tata negara Refly Harun di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, secara teoretis panitia hak angket boleh saja memanggil pihak yang dianggap tahu terkait dengan persoalan yang diselidiki.

Namun, kewenangan itu tak bisa digunakan sewenang-wenang.

"Kalau mau melaksanakan kewenangannya, tidak boleh sewenang-wenang. Kalau pemanggilan istri Ahok tidak ada kaitannya, kan dikhawatirkan bisa jadi tindakan yang mempermalukan. Jangan sampai panitia angket itu melebar ke mana-mana, di luar konteksnya," tambah Refly.

Ketua Panitia Hak Angket DPRD DKI dari Fraksi Hanura, M Ongen Sangaji, sebelumnya mengatakan panitia angket akan meminta keterangan Veronica soal penyaluran dana bantuan corporate social responsibility (CSR) untuk proyek revitalisasi Kota Tua.

LSM Ahok Center juga akan dimintai keterangan terkait dengan penyaluran dana itu.

Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik (Gerindra) juga menyatakan dana yang mengalir ke Ahok Center harus diaudit Badan Pemeriksa Keuangan.

Ahok membantah mentah-mentah ada bantuan dana ke Ahok Center.

Ia menegaskan Ahok Center bukan miliknya, melainkan bentukan tim sukses mendukung dirinya pada Pemilu Kada DKI 2012.

"Makanya kalau ada anggaran hibah Ahok Center, berarti ada Ahok Center dong. Kamu cari deh seluruh BI (Bank Indonesia), ada nggak rekening nama Ahok Center?" cetus Gubernur.

Ahok pun mempertanyakan rencana panitia hak angket untuk memanggil istrinya dan Ahok Center.

"Alasannya apa? Masalahnya apa? Angket anggaran kok panggil istri saya? Hubungannya apa? Seharusnya (DPRD) bikin angket khusus untuk memanggil istri gubernur. Itu namanya angket apaan begitu? Kalau begitu, saya juga bisa panggil istri-istri anggota DPRD dong," tegas Ahok.

Meski begitu, ia mempersilakan istrinya datang memenuhi panggilan dewan.

"Saya juga siap hadir apabila nanti dipanggil panitia angket,'' tandasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya