Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LAMBANNYA penataan pedagang kaki lima di kawasan gelanggang olahraga (GOR) Jalan Ahmad Yani, Bekasi, membuat geram Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.
Kegeraman Wali Kota Bekasi itu mencuat karena sejumlah aparaturnya lambat menjalan instruksi penataan PKL. "Jika penataannya sudah rapi seperti arahan saya pada enam bulan yang lalu (Agustus 2017), seharusnya sudah rapi dan warga bisa menikmati. Segera tindak lanjuti kembali," tegasnya di Bekasi, Selasa (2/1).
Rahmat mendapati hal tersebut ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke GOR Kota Bekasi, bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tri Adhianto, Kepala Dinas Perhubungan Yayan Yuliana, Kepala Satpol PP Cecep Suherlan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jumhana Lutfi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Tedi Hafni, Kepala Bagian Hukum Wahyudin, dan sejumlah aparatur terkait.
Dalam agenda tersebut, rombongan Wali Kota Bekasi mendatangi area hall basket yang direncanankan menjadi pusat kuliner di kawasan itu. Rahmat mengaku geram melihat masih adanya pedagang yang beraktivitas di pinggir jalan pasca instruksi pembenahan yang diberikan dirinya kepada instansi terkait, Agustus 2017.
"Seharusnya PKL di sini sudah rapi dari enam bulan lalu sewaktu saya sidak," tuturnya.
Penertiban PKL di lokasi itu dalam rangka menindaklanjuti penghapusan aset Sekretariat Bola Bekasi Putra. "Namun nyatanya masih terlihat bahwa kuliner yang berada di pinggiran jalan menuju Kantor Imigrasi masih saja berdiri," imbuhnya.
Dikatakan Rahmat, area sekitar hall basket tersebut akan dijadikan wisata kuliner agar terlihat rapi. Pihaknya juga berencana memfasilitasi lima unit toilet untuk para pengunjung.
"Tapi area yang akan kita bangun sampai saat ini masih terhalang pagar yang seharusnya sudah dicopot," papar Rahmat lagi.
Wali Kota Bekasi juga melihat bangunan liar yang berdiri di area tersebut, dan langsung menegur Kasatpol PP dan pengelola GOR agar merapikan.
"Panggung pentas yang sudah tidak layak dipakai agar segera dibongkar, karena di wilayah Rawalumbu sudah dibuatkan untuk panggung budaya dan pentas seni," tandasnya seperti dilansir Antara.
Rahmat menambahkan, pihaknya berencana membuat gedung serba guna untuk pertandingan basket, badminton, voli dan lainnya. "Pada bagian atasnya akan di bangun kolam renang seperti di Marina Bay Singapura," pungkasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved