Revitalisasi Blok G Tameng Buat Okupansi Pedestrian dan Jalan

Gana Buana
02/1/2018 18:12
Revitalisasi Blok G Tameng Buat Okupansi Pedestrian dan Jalan
(ANTARA FOTO/Reno Esnir)

KENDALA revitalisasi Blok G jadi tameng pelegalan okupansi jalan dan pedestrian di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sehingga, saat ini para pedagang kaki lima (PKL) seolah terpaksa menempati bahu jalan yang kini disediakan khusus oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arif Nasrudin menyampaikan, proses revitalisasi gedung Blok G Tanah Abang memang harus dipercepat. Sebab, sesuai konsep gedung pasar akan dilengkapi dengan jembatan penghubung antara gedung Blok G dengan gedung lain terdekat.

“Harus cepat, sebab pedagang butuh tempat berjualan,” ungkap Arif pada Media Indonesia di Jakarta, Selasa (2/1).

Arif menyampaikan, rencana revitalisasi gedung Blok G memang sudah jadi target PD Pasar Jaya pada 2015-2016. Namun, rencana tersebut gagal dilaksanakan.

Padahal, pedagang di Blok G sudah lama menantikan revitalisasi pasar tersebut. Mengingat pasar semi grosir ini membutuhkan tidak hanya sekadar lahan parkir yang luas, tapi juga akses penunjang pembeli yang memadai.

“Kalau sekarang parkiran hanya muat motor saja. Kapasitasnya mampu menampung 2.200 motor, namun itu sudah habis untuk parkiran pedagang. Sehingga pembeli tidak terakomodir,” jelas Arif.

Karena itu, penjualan di pasar Blok G sepi peminat. Akibatnya para pedagang yang tadinya diangkut dari lapak PKl kembali ke jalan menjadi pedagang musiman. Sehingga, hal ini diklaim sebagai langkah pantas Pemprov DKI Jakarta menyediakan tenda khusus PKl di sisi jalan Jatibaru, Tanah Abang.

Andi berdalih, sudah berulang kali mencari lahan sementara yang akan digunakan untuk menampung para pedagang untuk sementara. Awalnya, pihaknya hendak meminjam lahan milik PT KAI seluas 3.000 meter persegi. Namun, permohonan tersebut ditolak dengan alasan sudah dipinjam oleh pihak lain.

“Sekarang akhirnya kami putuskan berkomunikasi dengan salah satu anggota DPRD Provinsi Jakarta Abraham Lunggana, untuk meminjam lahan milik komunitas di sini, agar pedagang bisa tetap berjualan sementara gedung Blok G direvitalisasi,” jelas dia.

Bila gedung tersebut sudah jadi, para PKL yang kini diberikan ruang di atas pedestrian akan ditarik ke dalam gedung. Sesuai rencana gedung tersebut akan mampu menampung sekitar 2.600 pedagang. Adapun 2.200 di antaranya merupakan pedagang lama, dan 400 lainnya merupakan pedagang baru yang sedang dalam tahap pendataan.

“Masih kami identifikasi para pedagang yang ada. Khawatir nama mereka ganda,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyampaikan, penyediaan lahan sementara adalah upaya pemerintah agar tidak ada pedagang yang tidak jualan sementara revitalisasi gedung Blok G akan dilakukan. Namun setelah penataan Blok G selesai, pedagang akan kembali ke dalam.

“Ini bukan kebijakan yang permanen tapi sementara. Sebab kita fokus kita sesuai permintaan untuk memberantas kemiskinan, dan ketimpangan. Kebijakan menaruh PKL di pedestrian itu hanya untun memastikan bahwa tidak ada pengangguran,” tutur Sandiaga. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya