Polisi Tangkap Lagi 3 Anggota Geng Motor Penjarah

Kisar Rajaguguk
28/12/2017 18:51
Polisi Tangkap Lagi 3 Anggota Geng Motor Penjarah
(ANTARA)

SATUAN Reserse Kriminal Polres Depok kembali meringkus tiga anggota geng motor yang menjarah toko pakaian Fernando Store (FS) di Jalan Raya Sentosa, Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukma Jaya, Kota Depok.

Dengan demikian, sudah 34 anggota geng motor Jepang diringkus aparat kepolisian. "Hingga hari kelima pasca penjarahan toko pakaian FS, kami telah menangkap sebanyak 34 pelaku," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Depok Komisaris Putu Kholis Aryana di Depok, Kamis (28/12).

Minggu (24/12), ditangkap 24 orang yang terdiri dari 23 pria dan 3 perempuan terkait peristiwa tersebut. Rabu (27/12), ditangkap 7 orang, dan Kamis (28/12), ditangkap 3 orang lagi. Sedangkan yang ditangkap selanjutnya ialah Mutias Prasetya alias Bogel, 18, Dimas Cahyo alias Karto, 18, dan Reynaldi Alfares alias Kribi, 18. "Kami menangkap lagi tiga pelaku pencurian di toko pakaian FS," ujarnya .

Putu menerangkan, tiga pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing dalam waktu bersamaan di sebuah kontrakan di Gang Pitara, Pancoran Mas, dan Jalan Mampang, Pancoran Mas. Ketiganya diringkus berdasarkan hasil pengembangan 12 anggota geng motor yang secara resmi sebagai tersangka dan mendekam di sel Polres Depok.

Satu dari tiga yang ditangkap kemarin yakni Mutias Prasetya, papar Putu, adalah ketua geng Rawamaya Beji Rasta (RBR). "Hasil keterangan dari tersangka yang telah diperiksa sebelumnya menjelaskan bahwa Bogel adalah ketua RBR," paparnya.

Saat kejadian, Bogel dan anggotanya diketahui terlibat dalam pencurian Minggu (24/12) dinihari. "Dia dan teman-temannya ikut bersama-sama melakukan tindak pidana di toko baju," jelasnya.

Saat ini tiga remaja yang mendekam di tahanan Polres Depok sedang dilakukan pemeriksaan intensif. "Mereka masih kita mintai keterangan untuk mengetahui keterlibatannya serta peran masing-masing ketika melakukan tindak pidana pencurian," ungkapnya.

Penyidik akan memintai keterangan korban untuk melengkapi keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Langkah itu akan dilakukan segera.

Putu menambahkan, usai menjarah barang di toko tersebut, para pelaku yang sebagian membawa senjata tajam itu langsung pergi menggunakan sepeda motornya. Aksi pencurian tersebut terekam kamera CCTV toko. Adapun barang-barang bukti yang diamankan dari penangkapan tersebut seperti enam unit sepeda motor, puluhan jaket, celana, dan kaos hasil pencurian serta beberapa senjata tajam.

Kelompok ini tercatat sudah melakukan kejahatan di sejumlah tempat. Antara lain pemerasan terhadap pengendara motor di Beji, dan Cilodong. Mereka juga memeras penjual warung makan dan pengunjung di pasar-pasar tradisional. Kemudian terlibat merampas di warung kopi di Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas.

"Mereka juga memeras uang milik pengendara motor yang melintas di sejumlah jalanan di Kota Depok. Kemudian memeras tukang nasi goreng di Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas," paparnya.

Sementara itu Reynaldi Alfares mengaku menyesali perbuatannya. Dia bergabung dengan geng motor karena iseng. Mereka biasa berkumpul dan konvoi untuk beraksi. "Saya menyesal. Saya baru masuk geng motor ini buat popularitas aja," akunya.

Dia meminta maaf pada warga Depok karena sudah dibuat resah oleh ulah kelompoknya. Dan dia meminta agar seluruh geng motor dibubarkan. "Saya minta maaf pada warga Kota Depok karena akibat perbuatan kami warga menjadi tidak aman dan nyaman," pesannya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya