Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
"INI cukup cepat, lancar, fasilitasnya juga baik, tinggal bagaimana merawatnya saja," kata Heru Setiawan Al Hadi, salah satu penumpang kereta api Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kemarin.
Menurutnya, tingkat kenyamanan KA bandara di atas rata-rata, bahkan melebihi kelas bisnis. Trainset (rangkaian kereta) yang terdiri dari enam gerbong sangat baik dan bersih. Setiap gerbong dilengkapi empat televisi layar datar yang memutar videoklip yang diharapkan dapat menghibur penumpang selama perjalanan.
Selain itu, tempat duduk pun didesain senyaman mungkin dengan sandaran yang dapat diatur, tetapi tidak mengganggu penumpang yang berada di belakang kursi. Juga ada colokan yang disediakan untuk mengisi daya di tiap-tiap kursi.
Sebelum tiba di setiap pemberhentian, suara pemandu juga selalu memberikan informasi dengan jelas sehingga penumpang yang hendak turun bisa bersiap-siap.
Itulah sekilas kesaksian kepuasan Heru, salah satu dari ribuan penumpang yang berbondong-bondong mencoba KA bandara yang mulai beroperasi kemarin. Selain kenyamanan, ada kepastian waktu sampai di bandara,
Dengan demikian, perasaan khawatir dan resah yang kerap menghantui para calon penumpang pesawat terbang yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, selama ini terkikis. Masyarakat tidak lagi berjudi dengan waktu agar tidak ketinggalan pesawat.
Untuk sementara, kereta api bandara itu beroperasi dengan status uji coba berbayar mulai kemarin hingga Senin (1/1). Saat ini ada 10 trainset dan setiap rangkaian berkapasitas 272 penumpang.
Pada tahap awal, kereta yang dikelola dan dioperasikan PT Railink itu baru melayani penumpang di tiga stasiun, yaitu Stasiun Sudirman Baru (SSB), Stasiun Batu Ceper, dan Stasiun Soekarno-Hatta. Stasiun Manggarai menyusul setelah pembangunan peron dan jalur KA bandara rampung. Waktu tempuh dari SSB ke Stasiun Soekarno-Hatta 55 menit dengan keberangkatan setiap 30 menit.
Berdasarkan pantauan, pada keberangkatan kemarin pukul 09.51 WIB dari SSB menuju Bandara Soekarno-Hatta, ada sebanyak 112 penumpang. Sebagian besar dari mereka ialah penduduk Ibu Kota yang penasaran mencoba moda transportasi anyar tersebut, bukan para calon penumpang pesawat.
Penumpang Reza Kusnadi bersama dua rekannya yang tengah mengerjakan proyek video sudah tiba di SSB sejak 07.30 WIB untuk melihat situasi dan mengambil gambar. Awalnya, mereka mengaku kesulitan masuk ke area stasiun karena berkendara roda dua. "Kalau bisa, di dalam juga ada untuk (parkir) motor karena lebih dekat dan aman," harap Reza.
Saat ini, PT Railink menyediakan enam vending machine yang ditempatkan di dua lokasi terpisah di lantai 2. Setiap mesin dijaga beberapa petugas yang memberikan pengarahan kepada calon penumpang yang hendak melakukan pembelian tiket.
Krisna, petugas teknologi informasi PT Railink, mengatakan selama masa uji coba ada banyak petugas yang siap mengarahkan para calon penumpang. Bahkan, petugas keamanan pun diberi bekal pemahaman untuk membantu para pengguna KA bandara.
Kemarin pagi, antrean vending machine tidak begitu panjang. Namun, selepas pukul 14.00 WIB, kepadatan terjadi dan lokasi mesin pembelian tiket tersebut penuh sesak. Alhasil, tiket dengan jam keberangkatan terdekat pun ludes terjual.
Intan, salah satu penumpang yang hendak menjemput orangtuanya di bandara, mengaku terpaksa membeli tiket untuk keberangkatan pukul 16.21 WIB karena kehabisan tiket KA bandara untuk jam terdekat.
"Sampai sini jam dua siang, mau langsung berangkat, tapi ternyata (tiket) sudah habis. Akhirnya dapat (tiket untuk kereta) yang berangkat setengah lima. Selisih tunggunya hampir 2,5 jam," keluhnya.
Penumpang lainnya, Bram, menyesalkan sistem pembelian tiket yang dinilai merepotkan. Pembeli tiket diharuskan mengisi kolom nama, nomor telepon seluler, dan alamat e-mail. "Itu kan jadi lama, sementara loket hanya ada enam," ujarnya.
Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto mengatakan pihaknya akan mengevaluasi semua masukan dari masyarakat. Di sisi lain, ia mengaku senang dengan membeludaknya jumlah penumpang pada hari pertama.
"Alhamdulillah. Ada yang sekadar ingin tahu dan ada yang benar-benar menggunakan ini untuk berangkat (naik pesawat). Kalau hari ini ada kekurangan, kami akan evaluasi," tuturnya.
Heru menargetkan, pada 2 Januari 2018, periode uji coba KA Bandara Soekarno-Hatta berakhir dan diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo, seluruh fasilitas pendukung sudah siap secara menyeluruh.
Berdasarkan pantauan langsung dari lokasi, ketepatan jam keberangkatan dan waktu tempuh KA pada hari pertama memang sangat maksimal. Tidak ada penundaan keberangkatan ataupun keterlambatan waktu tiba.
"Target kami keberangkatan setiap 15 menit dan waktu tempuh 30 menit. Rel-rel baru sudah tidak ada masalah. Sudah bisa dilalui 80 kilometer per jam. Sudah sangat statis, sudah bagus," ujar Heru.
Jika target keberangkatan per 15 menit dapat dicapai, kata Heru, PT Railink bisa meningkatkan jumlah perjalanan yang saat uji coba ini hanya 42 keberangkatan menjadi 142 keberangkatan.
Selama tahap awal uji coba operasional, PT Railink memberlakukan tarif promosi Rp30 ribu untuk sekali perjalanan. Mulai 2 Januari 2018 akan diterapkan tarif Rp70 ribu.
Pengamat transportasi Djoko Setijowaro mengingatkan ke depan jangan sampai terjadi kereta anjlok di jalur yang dilintasi KA bandara dan KRL Jabodetabek. Jika terjadi, hal tersebut jelas akan mengganggu operasi perjalanan kereta api bandara.
Dengan beroperasinya KA Bandara Soekarno-Hatta, ini berarti transportasi KA bandara yang kedua di Indonesia. Sebelumnya, sejak 1 April 2015, ada KA bandara yang melayani Kota Medan ke Bandara Kualanamu, Sumatra Utara. Waktu tempuhnya hanya 30 menit dengan harga tiket Rp100 ribu sekali jalan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved