Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TANPA uji coba, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai hari ini langsung menerapkan penutupan Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, demi memfasilitasi pedagang kaki lima (PKL). Satu jalur lainnya digunakan untuk operasional Trans-Jakarta 'Tanah Abang Explorer'. Konsep penataan jangka pendek itu akhirnya diumumkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno, kemarin.
Setelah lama bungkam atas konsep penataan Tanah Abang, Anies-Sandi akhirnya memaparkan konsep yang sempat digadang-gadang akan seperti Grand Bazaar di Istanbul, Turki.
Satu jalur yang ditutup ialah jalan 400 meter di Jalan Jatibaru Raya, dari Hotel Pharmin ke arah Blok G, Tanah Abang. Jalur itu akan digunakan untuk 372 PKL menggelar dagangan mereka.
Para PKL itu akan menempati tenda nonpermanen. Jumlahnya pun telah dikunci. Artinya, di luar 372 PKL tersebut tidak berhak menempati jalur itu.
"Kita tidak melakukan penertiban, tapi difasilitasi sehingga PKL bisa tetap berdagang. Lain dengan ditertibkan dan diusir. Yang ada kita kasih tempat," kata Anies di Balai Kota Jakarta, kemarin.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut mekanisme itu akan berlaku setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB. Selebihnya, mekanisme lalu lintas di area tersebut berlaku seperti sedia kala.
Itu sebabnya tenda yang disediakan untuk PKL bersifat nonpermanen. Di atas pukul 18.00, PKL tidak lagi diizinkan berdagang di area tersebut.
Untuk jangka panjang, Pemprov DKI akan menata Tanah Abang dengan konsep transit oriented development (TOD). PT Kereta Api Indonesia telah memiliki masterplan dari konsep TOD itu.
Satu jalur lainnya, tepat di depan Stasiun Tanah Abang, akan diperuntukkan bus Trans-Jakarta.
Sedianya jalur tersebut dilalui kendaraan yang bertolak dari Jalan Aipda KS Tubun menuju Jalan Jatibaru Raya. Namun, mulai hari ini, jalur itu hanya diperuntukkan bus Trans-Jakarta yang menggunakan sistem lawan arus dari arah Jalan Jatibaru Raya menuju Blok G. Kendaraan pribadi tidak diperbolehkan melintas.
Konsep sepotong-sepotong
Pengamat tata kota Nirwono Yoga menyebut mestinya Pemprov DKI melakukan uji coba terlebih dulu sebelum menerapkan kebijakan itu. Uji coba semestinya bisa menjadi bahan evaluasi bagi efektivitas penerapannya.
Nirwono meminta Pemprov DKI membuat konsep menyeluruh bagi penataan Tanah Abang. Tidak masalah jika dilaksanakan secara bertahap asalkan berkesinambungan, tidak parsial.
Konsep yang ditawarkan Pemprov DKI dalam penataan tahap awal itu ia sebut tidak tuntas dan lebih kepada solusi impulsif. Penerapan kebijakan itu justru ditengarai bisa menimbulkan masalah baru, seperti memperparah kemacetan di titik-titik sekitar.
"Karena konsep setengah matang yang tidak tuntas pasti memicu persoalan lain. Misalnya apakah solusi ini bisa membebaskan Tanah Abang dari kemacetan? Terus hanya ada bicara arus lalu lintas, tapi ketersediaan tempat parkir, lalu konektivitas orang-orang ke gedung sekitarnya, itu tidak dipikirkan? Tidak bisa sepotong-sepotong," kata Nirwono.(Nic/J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved