PERASAAN Marlina, 11, tak pernah tenang setiap mengikuti pelajaran di kelasnya.
Siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) Negeri 01 Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi, itu tetap berusaha mengumpulkan konsentrasi selama mengikuti pelajaran, meski sesekali kepalanya tengadah ke plafon kelasnya.
Marlina dan teman-teman sekelasnya khawatir kalau plafon kelasnya mendadak ambrol.
Ketakutannya bukan tak beralasan, karena Januari lalu, plafon ruang kelas 4 di sekolah itu rontok.
"Takut tiba-tiba tertimpa atap waktu sedang belajar," ujarnya, saat ditemui Media Indonesia, kemarin.
Ia tidak punya banyak pilihan, karena SD Negeri 01 Sumur Batu ialah sekolah terdekat yang bisa ditempuh dari rumahnya.
"Sekolah yang lain jauh," imbuhnya.
Kondisi gedung sekolah itu memang sudah tak layak jauh sebelum Marlina bersekolah di sana.
Plafon di seluruh kelas sudah rapuh.
Di ruang kelas 6 saja, sudah enam plafon yang lepas.
Selain atap, tiang fondasi penopang bangunan juga doyong lantaran termakan rayap.
Para guru di sekolah itu terpaksa memagari daerah-daerah rawan runtuh, karena khawatir membahayakan siswa.
Kepala SDN 01 Sumur Batu Yudiyanto mengatakan pihaknya sudah mengajukan rencana revitalisasi sekolah kepada pemerintah setempat melalui kelurahan sejak tujuh tahun lalu.
Namun hingga saat ini, tak ada respons untuk menyulap gedung sekolah itu menjadi lebih layak.
Yudiyanto menambahkan, sejak dibangun pada 1956, gedung sekolah itu tidak pernah direnovasi sama sekali oleh Pemerintah Kota Bekasi.
Perbaikan dan perluasan bangunan malah dibantu Pemprov DKI Jakarta.
"Tahun 2000 kami dapat bantuan dari DKI untuk membangun gedung baru dan perbaikan gedung lama," tuturnya.
Gedung sekolah yang tidak dirawat itu semakin hari bertambah keropos karena banyak dimakan rayap.
Kondisi itu, kata dia, membuat para siswa selalu khawatir.
Bahkan banyak warga yang memilih mendaftarkan anak mereka di sekolah lain, demi keamanan anak mereka.
"Saya sedih anak-anak di sekitar sini berjalan pagi hari memakai seragam, tapi bukan jadi murid di sekolah ini," tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Rudi Sabarudin mengatakan telah memberikan rekomendasi kepada Dinas Bangunan dan Pemukiman (Disbangkim) Kota Bekasi untuk segera merevitalisasi sekolah tersebut.
Ketika dimintai konfirmasi, Kepala Disbangkim Dadang Ginanjar mengatakan SD Negeri 01 Sumurbatu tidak masuk daftar sekolah yang akan diperbaiki tahun ini.
"Belum dianggarkan tahun ini, mungkin pada 2016 baru akan masuk rencana anggarannya," kata Dadang.