Cuplikan Lolos Review yang Boleh Diunggah

Akmal Fauzi/J-4
19/12/2017 10:15
Cuplikan Lolos Review yang Boleh Diunggah
(MI/Bary Fathahilah)

LUAPAN kali Pesangrahan pada minggu kedua November lalu, mengoyak ketenangan warga Kampung Ulujami, Jakarta Selatan yang sudah empat tahun terbebas banjir. Instruksi-instruksi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk membereskan masalah banjir itu merupakan salah satu cuplikan video rapat yang dipilih Pemprov DKI video untuk diunggah di akun Youtube mereka.

"Publik taunya saya bayar pajak, saya pilih Anda, saya minta anda bereskan. Nah, sekarang giliran saya minta bapak ibu semua bagaimana caranya semuanya bereskan," kata Anies dalam sebuah rapat pimpinan (rapim) bersama wali kota dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pada Senin (13/11). Rapat itu diabadikan dalam video dengan judul 13 November 2017 Rapim Bagian 5/5: Arahan Gubernur Terkait Kinerja Pegawai di Lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Video itu pula yang disebut Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bisa menimbulkan banyak mudaratnya jika diunggah. Di dalamnya ada adegan Anies memperlihatkan slide keluhan warga, salah satunya warga Ulujami, Jakarta Selatan.

"Mas Anies dan mas Sandi. Sudah 4 tahun warga Jalan Padang, Kampung Baru Ulujami, Jakarta Selatan, terbebas dan luapan Kali Pesanggrahan, sampai hari ini. Sejak 2013 sampai hari ini kami tidak bersih-bersih rumah yang biasanya harus kami lakukan 3-4 kali dalam satu tahun akibat luapan kali banjir. Enggak peduli hujan deras kayak apa," tulis warga yang ditayangkan dalam slide Anies tanpa dicantumkan nama.

Dalam potongan video, tampak Anies memberi instruksi pada Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi. "Artinya kan begini pak, mereka sudah merasakan beres, sekarang muncul masalah, berarti ada sesuatu nih di situ. Pak wali nanti di cek ya pak wali," kata Anies.

"Jangan ada perasaan bahwa kita akan bekerja dengan santai. Tidak. Kita akan bekerja keras. Jangan pernah anggap enteng orang yang senyum terus," sambungnya.

Pemprov DKI Jakarta akhirnya meng-upload video rapim tersebut pada 14 Desember. Ada 10 video yang diunggah di hari yang sama, terdiri atas lima video rapim tertanggal 13 November 2017, dua video rapim 20 November 2017, dan tiga video rapim 4 Desember 2017.

Ada perbedaan durasi video rapat yang diunggah. Pada era Ahok-Djarot durasinya di atas 30 menit. Kini durasi beragam mulai dari 4 hingga 11 menit. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Kehumasan DKI Dian Ekowati mengatakan, tingkat efektivitas unggahan video di akun Youtube akan ditinjau. Artinya tidak semua materi rapat di-upload.

"Istilahnya di-review. Mana yang bisa di-delivery dan mana yang tidak efektif kalau di-delivery juga. Misalnya, kita sendiri belum matang, ini suatu rencana kerja yang data-datanya belum matang, belum akurat, harus mengumpulkan informasi. Ini tidak kalau di-delivery, persepsinya tidak sesuai dengan yang kita kerjakan," ujar Dian.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya