Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NARKOBA jenis baru ditemukan saat penggerebekan di Diskotek MG Internasional Club di Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat, kemarin dini hari. Narkoba jenis sabu dalam bentuk cairan itu dimasukkan ke botol air mineral ukuran 330 ml dan dijual Rp400 ribu per botol. Satu botol cukup membuat empat orang mabuk. Sabu cair ini diduga diproduksi di diskotek itu.
Selain memproduksi sabu cair, diskotek yang tak jauh dari kawasan Kalijodo itu diduga juga memproduksi ekstasi. Ini terlihat dari bubuk yang siap dicetak menjadi pil dan prekusor. Ada dua laboratorium pembuatan narkoba ditemukan di lantai 2 dan 4.
"Peredaran narkotika sudah sangat mengkhawatirkan, jadi tidak salah jika posisi kita saat ini sudah darurat. Darurat narkotika. Kami terus mengejar pelakunya," ujar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso seusai memimpin operasi penggerebekan.
Budi menyatakan ada dugaan Diskotek MG itu merupakan pabrik narkoba berkedok diskotek yang telah menjual narkoba ke banyak tempat. Itu bisa dilihat dari banyaknya narkoba yang ditemukan saat penggerebekan.
"Bisa saja (dijual) ke luar diskotek. Namun, ke mana saja kami sedang lakukan pengembangan. Ini modus baru karena dimasukkan ke botol minuman kemasan supaya tidak terendus aparat," ujarnya.
Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri itu juga mengatakan bahan-bahan dasar narkoba cair itu berasal dari luar Indonesia. "Siapa pemasoknya juga masih dicari tahu. Pastinya ini melibatkan pemain lama. Apa yang baru, ya kemasannya saja demi bisa tetap berjualan," ujar Budi.
Ketua Indonesia Narcotic Watch (INW) Josmar Naibaho mengatakan diskotek itu hanya modus untuk mengelabui aparat. Modus yang dilakukan pengedar, menurutnya, terus berubah seiring dengan upaya aparat untuk membongkar bisnis haram tersebut. "Ini hanya modus, hanya kedok dengan menjadikan tempat itu diskotek kelas ecek-ecek. Selama ini yang diketahui pabrik berkedok toko," jelasnya.
Josmar mengingatkan, selain mewaspadai bentuk baru peredaran narkoba, aparat juga harus berani membongkar dugaan keterlibatan aparat yang mungkin ada di balik aktivitas ilegal tersebut.
"Harus berani membongkar dari mana bahan dasar itu didapatkan dan bagaimana bisa aktivitas pembuatan narkotika ini bisa berlangsung selama," tegasnya.
Lima tersangka
Saat digeledah, sekitar 80 botol berisi sabu cair siap edar ditemukan di Diskotek MG. Selain itu, ditemukan ratusan botol lainnya yang sudah kosong. Setelah dilakukan pemeriksaan urine terhadap pengunjung diskotik, ditemukan 120 orang yang positif mengonsumsi narkoba.
BNN telah menetapkan lima pegawai diskotek sebagai tersangka, yakni Wastam, 43, Ferdiansyah, 23, Dedi Wahyudi, 40, Mislah, 45, dan manager diskotek, Fadly.
Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Johny Latuperissa mengatakan Diskotek MG sudah berdiri selama dua tahun. Diduga dalam rentang waktu itu pula mereka memproduksi narkoba. "Petugas saat ini sedang memburu pemilik dan pengendali pabrik narkoba," ujarnya.
Johny mengatakan tak sembarang orang bisa memesan sabu cair di diskotik itu. Mereka yang bisa memesan hanya yang memiliki kartu anggota yang sudah disediakan.(Beo/Mtvn/X-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved