Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Resor Kota Depok mengamankan 46 orang yang terlibat kasus perusakan pos jaga di area Perumahan Bilabong, Bogor, Sabtu (25/11).
Dari ke-46 orang tersebut, sebanyak 44 orang berasal dari kelompok massa etnis timur Indonesia dan dua lainnya dari pihak manajemen Bilabong.
Mereka dievakuasi dari salah satu gedung milik Bilabong yang dengan menggunakan kendaraan taktis (barakuda). Mereka yang diduga pelaku perusakan dibawa ke Mapolresta Depok untuk penyelidikan lanjutan.
Kapolres Depok Komisaris Besar Herry Heryawan mengatakan, kasus tersebut dipicu aksi perusakan yang viral di media sosial. Pemilik pos tersebut tidak terima dan melakukan aksi serang balik juga dengan melakukan perusakan bangunan.
Akibat kejadian itu, sebuah pos jaga berupa bangunan semi permanen yang berlokasi di pinggir jalan utama komplek tersebut rusak. Bangunan rata dengan tanah, sementara bagian kaca bangunan megah milik Perumahan Bilabong rusak.
"Tadi pagi, sekitar pukul 06.00 wib itu ada kejadian perusakan yang dilakukan satu kelompok dari etnis tertentu," jelas Herry.
Adapun yang dirusak, lanjutnya, adalah tempat pos seperti bedeng yang berada di lapangan. Kejadian ini viral di medis sosial karena beredar isu adanya perusakan tempat ibadah, padahal yang benar adalah pos penjagaan. Tapi pos tersebut sering digunakan berbagai kegiatan termasuk ibadah dan pengajian.
Dia mengatakan, saat ini situasi dan kondisi di lokasi kejadian sudah kondusif. Pihaknya mengklaim keduanya sudah berdamai.
"Alhamdulillah berkat bantuan dari Polres Bogor, Brimob Satuan II Pelopor Kedunghalang, dan Kodim. Di sini secara bersama-sama kita temui dengan pimpinan-pimpinan dari massa yang tadi mengepung. Alhamdulillah sudah selesai," katanya.
Untuk 46 orang yang diamankan lanjutnya, sudah dibawa ke Polres Depok. Mereka terancam pasal 170 KUHP, karena perbuatan mereka sudah masuk unsur pidana. "Barang bukti seperti pecahan-pecahan kaca, alat berupa palu, balok kayu sudah diamankan tim dari satuan reskrim. Itu yang ditemukan di lokasi," ungkap Herry.
Namun untuk motif pasti perusakannya, Herry masih akan mendalaminya. "Yang jelas informasi awal ada yang menyuruh mereka yakni dari manajemen Bilabong," papar Kapolres.
Meski sudah kondusif, namun pihaknya akan tetap melakukan penjagaan. Secara keseluruhan personel yang dikerahkan dan disiagakan dalam penanganan kasusu ini lebih dari 300 orang.
Sementara itu, menurut pihak pemilik pos atau dari ormas Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten, keberadaan pos di area itu sudah lama. Sebelum kejadian, tempat atau pos tersebut aktif digunakan sebagai tempat berbagai kegiatan. Termasuk pengajian dan ibadah, sehingga tempat itu sudah seperti mushola.
"Pos ini sudah lama. Di sini banyak kegiatan rutin. Seperti setiap malam jumat pengajian. Salat juga di sini. Saya sendiri tidak tahu kronologisnya seperti apa atau kenapa, tapi mushola ini dirusak, sudah roboh," tutur Arbai, salah seorang anggota BPPKB Banten ranting Tangerang Selatan. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved