Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKHAWATIRAN membengkaknya jumlah anggota dan anggaran tim pembantu gubernur juga disuarakan oleh Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Sumarsono.
Mantan Plt Gubernur DKI Jakarta ini menganggap, TGUPP rawan dijadikan lahan atau akal-akalan untuk menampung tim sukses. Adapun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana untuk melipatgandakan jumlah TGUPP yang sebelumnya hanya 13 orang menjadi 74 orang.
"Saya khawatir ini hanya menampung mantan-mantan tim sukes saja tanpa melihat kebutuhan untuk sebuah tim yang dibutuhkan oleh gubernur. Tidak dilarang sih, tapi jumlahnya saya kira harus dibatasi, tidak 74," ujar Sumarsono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/11).
Anggaran TGUPP yang berisi 74 orang dalam RAPBD DKI 2018 mencapai lebih dari 28 miliar. Menurutnya, TGUPP merupakan diskresi Gubernur sehingga jika Gubernur berencana untuk menambah jumlah anggota dari total maksimal 15 orang, Gubernur harus melakukan revisi Peraturan 411/2016 tentang TGUPP.
Ia meminta kinerja TGUPP tidak tumpang tindih dengan satuan kerja perangkat daerah di DKI dan keahliannya juga mesti dirinci oleh Anies.
"Jadi yang dibutuhkan saja. Kira-kira yang tidak ada (tenaga ahli) di SKPD. Ini untuk melengkapi kebutuhan yang tidak bisa ditangani oleh SKPD secara reguler. Dulu saat saya hitung-hitung kebutuhan ini maksimal 15, makanya saya keluarkan Pergub 411/2016. Lima belas itu sudah mencakup PNS dan non-PNS. Jadi kalau saya (cukup) 15 tapi kalau 74 itu rasional atau tidak, silakan tanya ke Gubernur," lanjutnya.
Lebih lanjut, Sumarsono menjelaskan ada dua jenis tim yang membantu pekerjaan gubernur termasuk pada zaman Basuki T Purnama (Ahok), yang pertama dikenal sebagai TGUPP, sedangkan lainnya disebut Tim Pendamping. Sumarsono mengatakan TGUPP resmi sebagai Tim Gubernur untuk percepatan pembangunan yang resmi dananya dari APBD. Sementara Tim Pendamping menggunakan biaya pendamping penunjang (BOP) Gubernur.
"Pak Ahok mengikhlaskan, menyisakan sebagian uangnya untuk membiayai tim yang jumlahnya 40 ini. Dan ini kemudian saya teruskan, sebagian saya biayai dari BOP saya ketika jadi Plt.Nah, kalau hari ini, bisa saja Pak Anies berpikir terbalik, seluruhnya ini dimasukkan ke TGUPP jumlahnya meledak. Saya nggak tahu pola pikirnya," pungkasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved