Anggaran Renovasi Kolam Ikan tidak Masuk Akal

Akmal Fauzi
22/11/2017 20:19
Anggaran Renovasi Kolam Ikan tidak Masuk Akal
(ISt)

ANGGARAN Rp620 juta untuk renovasi kolam air mancur seluas 8x4 meter di gedung DPRD DKI Jakarta, karena ikan yang ada di dalamnya kerap mati.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Dewan DKI Jakarta Muhammad Yuliadi. Menurutnya, dengan kondisi kolam yang tidak terlalu dalam ikan yang ada kerap mati. Karenanya anggaran Rp620 juta itu akan digunakan untuk merenovasi kolam ikan agar lebih nyaman.

“Sifatnya untuk perawatan, pemeliharaan. Ada keinginan untuk mengembangkan kolam yang ada menjadi kolam ikan koi. Kalau ikan koi kan dia harus bentuk kolamnya khusus, mulai dari kedalamannya, ketinggian air, sehingga harus ada alat khusus,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/11).

Kolam air mancur akan dipugar di antaranya mengganti keramik dengan batu alam, dan menambah kedalaman agar ikan koi dapat bertahan hidup. Anggaran pemugaran sebelumnya sudah dimasukkan ke RAPBD tahun lalu, namun ditolak karena sebelumnya tidak ada dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) DKI Jakarta. Pengerjaan disebut Yuliadi akan ditentukan melalui lelang.

Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono adalah yang menolak anggaran tersebut, saat menjadi Plt Gubernur DKI. Dia menilai biaya yang saat itu diusulkan sebesar Rp579 juta tidak masuk akal.

"Yang jelas anggarannya terlalu besar, waktu itu Rp500 juta. Pokoknya anggarannya enggak masuk akal, terlalu besar, terlalu mengada-mengada," ungkap Sumarsono saat dihubungi, Rabu (22/11).

Sumarsono menilai kolam air mancur itu sebagai aset negara sehingga perlu diperbaiki dan dipercantik. Saat itu data perbaikan renovasi tersebut dinilai tidak wajar. Dia meminta anggaran kolam tersebut dikaji kembali.

"Jadi (perlu direnovasi) biar bisa berfungsi dengan baik. Tapi anggarannya jangan terlalu besar, dan yang masuk akallah. Karena itu anggaran sebesar itu enggak disetujui," terangnya.

Sebaliknya Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menganggap tak masalah besaran anggaran perbaikan kolam air mancur itu. Saat ditanya alasannya, Sandiaga tidak menjawab tegas.

"Jadi di depan (Balai Kota) ada air mancur, di belakang juga mau ada, ya kita hargai sebagai bentuk mungkin bisa menambah kesejukan di teman-teman di DPRD. Selain itu untuk meningkatkan persatuan. Jadi ini baru nyambung kan antara eksekutif dan legislatif. Alhamdulillah, jadi sebuah yang sejuk," kilah Sandiaga. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya