Banjir Rendam Ratusan Kios dan Los di Pasar Rakyat Cisalak

Kisar Rajaguguk
12/11/2017 20:17
Banjir Rendam Ratusan Kios dan Los di Pasar Rakyat Cisalak
(MI/RAMDANI)

HUJAN deras yang mengguyur wilayah Kota Depok, Jawa Barat, sepanjang sore mengakibatkan banjir di beberapa titik. Salah satunya terjadi di lantai dasar (basement) Pasar Rakyat Cisalak (PRC) yang berlokasi di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis.

Hujan disertai angin yang terjadi sekitar sejak pukul 18.00 WIB itu membuat 320 pedagang ikan dan sayuran di basement PRC panik. Dalam kurun satu jam, air sudah menutupi basement dengan ketinggian 40 sentimeter.

Bahkan, pagar seng yang ada di sekeliling lingkungan pasar seluas 1,8 hektare yang berbatasan dengan permukiman warga roboh terdorong banjir.

Parahnya, hujan terjadi saat pedagang yang berjualan barang-barang berbagai jenis seperti sembako, ikan, daging, dan sayuran, tengah sibuk di kios dan los masing-masing. Petugas keamanan dan beberapa warga yang kebetulan ada di tempat kejadian membantu mengangkat barang dagangan para pedagang ke tempat yang lebih aman.

"Kita takut pedagang terserang penyakit yang ditimbulkan kotoran manusia dan sampah di sana," kata Jaelani, salah seorang petugas retribusi PRC.

Jaelani mengatakan, setiap hujan selalu terjadi banjir di pasar yang baru diresmikan Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad pada 27 April 2017 lalu bertepatan dengan Perayaan Hari Jadi Kota Depok ke-18.

"Banjir di basement PRC karena tiadanya instalasi pengelohan air limbah (IPAL). Sehingga, ketika hujan turun dan menutupi ruas jalan sekitar pasar, langsung menggenangi basement," ujarnya.

Jaelani menambahkan bahwa banjir di basement PRC bukan kali pertama ini terjadi.

"Ini bukan yang pertama, dalam seminggu ini sudah tiga kali kebanjiran. Setiap hujan pedagang selalu was-was karena khawatir barang dagangannya terbawa arus banjir," ujarnya.

Salah seorang pedagang sayuran yang bernama Romlah, 33, warga Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, mengaku heran pasar yang memiliki empat lantai yang cukup megah malah kebanjiran. Ia menduga pasti ada yang tidak beres dalam proses pembangunan proyek tersebut.

"Jika fasilitas di PRC sesuai spesifikasi, pasti tidak gampang kebanjiran," katanya.

Rotua, 40, pedagang ikan, mengaku sudah melaporkan hal tersebut kepada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrukim) melalui Unit Pengelola Teknis (UPT) PRC. Namun hingga saat ini tak ada solusi. Justru yang terjadi malah setiap hujan selalu dilanda banjir.

"Kami kesal laporan sepertinya tak ditanggapi serius. Untuk itu, pedagang basement yang berjumlah 320 orang sepakat untuk keluar dan kembali berjualan di bahu jalan di Jalan Raya Bogor di depan PRC. Kami ingin ada perhatian dari Pemerintah Kota Depok agar segera dicari solusinya," harap Rotua.

Anggota Komisi C DPRD Kota Depok yang membidangi pembangunan infrastruktur, Edi Sitorus, mengatakan, akan melakukan sidak ke PRC untuk meninjau PRC yang beroperasi sejak April 2017.

"Kita akan tinjau untuk mengetahui keadaan sesungguhnya," ungkapnya.

Kepala bidang Pembangunan dan Tata Ruang Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok, Dadan Rustandi, saat dimintai konfirmasi dengan enteng mengatakan setiap pembangunan pasti terjadi kekurangan. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya