10.000 unit Rumah Bersubsidi Mulai Dialiri Listrik

Gana Buana
05/11/2017 10:38
10.000 unit Rumah Bersubsidi Mulai Dialiri Listrik
(ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya)

SEBANYAK 10.000 unit rumah bersubsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang digagas Presiden Joko Widodo di Kabupaten Bekasi mulai teraliri listrik. Rumah tersebut berada di beberapa kawasan seperti Kecamatan Sukatani, Kecamatan Lemahabang, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Manager PT PLN (Persero) Area Bekasi, Reny Wahyu Setiawan menyampaikan, pemasangan listrik ini untuk mendukung program satu juta rumah yang digagas pemerintah pusat. Pemasangan jaringan baru, dilakukan bila unit rumah sudah selesai dibangun.

“Pemasangan ini dilakukan secara bertahap selama kurang lebih tiga pekan, totalnya adalah 10.000 rumah bagi MBR sudah teraliri listrik,” ungkap Reny, Minggu (5/11).

Reny menjelaskan, secara teknis setelah rumah selesai dibangun, syart lain adalah pemilik harus mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari Lembaga Inspeksi Tegangan Rendah yang ditunjuk PLN. Kalau persyaratan itu sudah terpenuhi, barulah PLN akan langsung menyambung listriknya.

Dengan adanya jaringan baru di kawasan rumah bersubsidi bagi MBR, artinya saat ini sekitar 1.849.915 sambungan listrik sudah terpasang di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Dengan demikian, mereka berani mengklaim eletrifikasi sambungan listrik sepanjang 2017 sudah 100 persen.

“Elektrifikasi sudah 100 persen, pada Desember mendatang prediksinya sudah melampaui target,” kata dia.

Reny menjelaskan, pada 2017 target elektrifikasi sambungan listrik di wilayah Kabupaten Bekasi adalah sebanyak 1.021.887. Jumlah ini tersebar di 26 Kecamatan, 207 desa dan 14 kelurahan yang ada. Namun hingga September 2017, sebanyak 1.043.532 rumah tangga telah teraliri listrik.

Sedangkan, untuk wilayah Kota Bekasi, dari total sasaran target sebanyak 827.918 rumah tangga di 56 kelurahan dan 12 kecamatan, sebanyak 841.636 rumah tangga telah teraliri listrik hingga September 2017.? “Rata-rata kebutuhan listrik maksimal untuk kelas rumah tangga di wilayahnya mencapai 1.300 volt amphere (VA,” jelas dia.

Menurut Reny, tingkat pertumbuhan dan pembangunan di Kota dan Kabupaten Bekasi memungkinkan untuk tercapainya elektrifikasi 100 persen di area tersebut. Sehingga, permintaan sambungan listrik cenderung tinggi.

Saat ini, ada sekitar 351 penyulang (tiang tegangan menengah berkapasitas 20 kilo volt amphere (kva)) berdiri di Bekasi. Adapun, panjang jaringan yang terpasang sudah sekitar 5.400 kilometer sirkuit (kms) dan sebanyak 5.500 unit gardu siap mendistribusikan listrik ke rumah-rumah.

Sebelumnya, seorang warga Teluk Jambe, mengadu pada Presiden Joko Widodo lantaran permukimannya belum juga dialiri listrik. Waga yang diketahui bernama Remiyati menceritakan bahwa dirinya yang tinggal di hutan sampai saat ini belum tersentuh aliran listrik. Remiyati pun menyanggupi tuntutan presiden untuk mebayar tagihan listrik setelah terpasang.

“Kalau itu warga Teluk Jambe masuknya wilayah area Karawang bukan area Bekasi,” tegas Reny. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya