Rencana Bangun Shelter Jangan Rusak Cagar Budaya di Kampung Akuarium

Akmal Fauzi
04/11/2017 20:55
Rencana Bangun Shelter Jangan Rusak Cagar Budaya di Kampung Akuarium
(Dok. MI)

RENCANA Gubernur DKI Anies Baswedan membangun shelter atau hunian sementara bagi eks warga Kampung Akuarium, Pasar Ikan, Jakarta Utara diminta tak mengganggu kawasan cagar budaya.

Penataan di kawasan itupun harus mengakomodir semua kepentingan. "Dibutuhkan win win solution. Satu sisi jangan merusak cagar budaya di kawasan itu, dan juga dapat mengakomodir keinginan masyarakat," kata pengamat tata kota Nirwono Joga, di Jakarta, Sabtu (4/11)

Sebelumnya Anies merancang akan kembali membangun kawasan Kampung Akuarium, termasuk soal rancangan menghidupkan ekonomi warga di kawasan tersebut. Nirwono menjelaskan, nantinya permukiman di sana wajib berkonsep vertikal dan tidak diberikan secara gratis, melainkan disewa. Karena untuk menghindari praktik jual beli yang terjadi.

"Nah kalau shelter akan bisa menjadi lokasi tambahan untuk ke 16 tempat relokasi sebelumnya," jelas nirwono.

Berdasarkan pantauan, kawasan Kampung Akuarium masih belum tersentuh pembangunan fisik. Meskipun di sana terdapat Pasar Hexagon, Museum Bahari yang menjadi batas tembok Kota Lama, dan Menara Syah Bandar, namun kawasan itu tak kunjung di bangun.

Karena tak memiliki konsep dan pembangunan yang mangkrak, banyak warga kemudian nekat mendirikan bangunan semi permanen. Wali Kota Jakarta Utara Husain Murad mengakui belum mengetahui konsep penataan di Kampung Akarium. Perintah gubernur untuk membangun shelter belum diterima olehnya.

Meski demikian, terhadap pembangunan di sana, Husain mengakui dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan sejumlah camat dan lurah untuk pendataan warga. "Pendataan akan kita lakukan sementara," ujarnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya