Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMAR mengutil, AR, 15, terpaksa diusir dari rumah orangtua angkatnya di Kampung Babakan, Kecamatan Mustikasari, Kota Bekasi, Sabtu (28/10). Meski sudah dinasihati, kelakuan AR tetap belum saja berubah.
Kapolsek Bantargebang, Komisaris Polisi Siswo, menjelaskan, sebelum diusir warga setempat telah mengadakan diskusi dengan perantara RT dan anggota Bhabinkamtinmas Aiptu Sarjono. Sebelumnya, AR pun tertangkap basah akan menyelinap masuk ke rumah Unja, 52, warga setempat.
"AR sempat mengelak, tetapi akhirnya ia mengaku hendak mencuri barang milik Unja," ujar Siswo, Minggu (29/10).
Siswo menjelaskan, mayoritas warga Kampung Babakan sudah terlampau kesal dengan ulah AR. Ia pun telah tertangkap basah mencuri laptop, sepeda, bahkan membobol warung rokok milik warga setempat.
"AR pun sudah dibawa ke panti sosial agar kebiasaaannya itu bisa direhabilitasi," jelas Siswo.
Meski demikian, rupanya AR kembali berulah. Sehingga, warga kesal dan meminta orangtua angkatnya untuk memulangkan dia ke orangtua kandungnya. Akhirnya, orangtua angkat AR, Edi, membawa AR kembali ke orangtua kandungnya di Pekalongan, Jawa Tengah.
Warga khawatir bila dibiarkan terlalu lama akan menimbulkan permasalahan yang mengarah pada gangguan keamanan.
"Atas dasar musyawarah akhirnya orangtua angkat AR setuju meski awalnya berat hati," jelasnya.
Menurut Siswo, AR tidak dipidana karena kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan. Bahkan, AR juga mendapat pembinaan dari anggota Polsek Bantargebang, bahwa mencuri bisa dikenakan pidana dan tidak mencerminkan seorang siswa selayaknya AR yang masih duduk di kelas 3 SMP. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved