Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Tenaga Kerja (Kemenaker) masih memiliki pekerjaan berat untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang handal di dunia tenaga kerja.
Karena itu, pihaknya sudah menyiapkan politeknik yang fokus pada aspek tenaga kerja.
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri mengungkapkan, saat ini kejadian kecelakaan terkait aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kian menurun. Namun, secara global terkait hubungan industrial, SDM yang mengerti pemahaman terkait hubungan industral masih minim.
"Banyak kasus ketenagakerjaan sederhana berubah jadi berat, lantaran dunia kita kekurangan SDM yang ahli yang banar-benar mengerti tentang hubungan antar industrial," ungkap Hanif dalam acara peresmian Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) di Balai Besar Pembangunan Latihan Kerja (BBPLK) di Kayuringin, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (27/10).
Hanif menjelaskan, sistem pendidikan dan pelatihan vokasi memang sudah menjadi bagian dari Nawa Cita pemerintah. Dengan sistem ini menjadi dasar strategi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Caranya adalah menitikberatkan pembentukan hard skill dan soft skill dengan menerapkan 30% teori dan 70% praktik.
Bagi dia, menyiapkan SDM zaman sekarang bukan lagi sekadar menyiapkan tenaga kerja. Tetapi saat ini pemerintah dituntut untuk menyiapkan tenaga kerja plus. Adapun plus yang dimaksud adalah tenaga kerja yang mampu berinovasi dan berkreativitas.
"Di Polteknaker nanti, lulusannya tidak hanya diberikan ijazah, tapi juga sertifikasi kompetensi," ujar dia.
Sedangkan Dirut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Agus Susanto menuturkan, pihaknya akan mengolaborasikan antara ilmu tentang jaminan sosial dengan vokasi ketenagakerjaan. Agar nantinya ilmu soal jaminan sosial di dunia tenaga kerja pun bisa bermanfaat.
"Untuk alat praktik K3 nanti akan kita bantu, agar tujuan kolaborasi dengan Polteknaker ini bisa terjalin," ungkap Agus.
Agus menjelaskan, secara spesifik BPJS Tenagakerjaan tidak tahu pasti angka kecelakaan kerja yang menurun di 2017. Namun, klaim pembayaran jaminan yang dibayarkan pihaknya hingga saat ini total sudah Rp15,1 triliun.
Klaim ini tentunya dibayarkan pada nasabah bukan hanya untuk ganti rugi kecelakaan kerja semata. Sebab BPJS Tenagakerjaan juga mengcover biaya jaminan lainnya seperti jaminan hari tua (JHT), jaminan kematian, jaminan pensiun, dan lainnya.
"Angka pastinya tidak tahu, tapi tahun ini klaim yang kami bayarkan justru meningkat 10% dari tahun sebelumnya," tukas Agus lagi. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved