Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA di sekitar lokasi pabrik kembang api yang meledak, tidak tahu kalau gudang tersebut digunakan untuk memproduksi barang berbahaya tersebut.
Menurut Benny Benteng, warga yang rumahnya di dekat pabrik, hanya tahu kalau gudang yang berubah fungsi itu digunakan untuk menyimpang pasir cina yang warnanya putih.
"Warga tidak tahu kalau gudang itu digunakan untung memproduksi dan menyimpan kembang api," ujar Benny di Kembangan, Kabupaten Tangerang, Kamis (26/10).
Pasalnya, sejak gudang tersebut beroperasi pintu gerbangnya selalu tertutup rapat. Dan para karyawannya mayoritas perempuan. "Sampai saat ini saya belum tahu yang mana pemiliknya. Katanya sih bernama Indra Liyono yang tinggal di Jakarta," tutur Benny.
Ketika terjadi ledakan yang disusul kobaran api, Benny dan sejumlah warga mendengar suara beberapa karyawan gudang yang minta tolong. "Begitu mendengar teriakan, kami dan beberapa warga berusaha memberikan pertolongan kepada karyawan," ungkap Benny.
Karena kobaran api semakin besar, ia dan warga lain tidak berani menerobos ke dalam gudang. Mengingat kebakaran itu juga disertai beberapa kali ledakan.
"Saat itu kami hanya berusaha menolong dan mengevakuasi karyawan yang bergelimpangan dengan kondisi luka bakar, untuk dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit," tutur Benny lagi.
Selain itu, kata Benny, siswa-siswi di SMPN 1 Kosambi yang jaraknya hanya beberapa meter dari gudang, langsung dikeluarkan dari sekolah. Sebab asap hitam juga sudah memenuhi seluruh ruangan di sekolah tersebut.
"Selain mengevakuasi karyawan, kami juga mengamankan siswa siswi SMPN 1 Kosambi yang ketakutan karena peristiwa teraebut," tandasnya.
Sedikitnya, 47 jenazah ditemukan di lokasi kebakaran gudang packing kembang api milik PT Panca Buana Cahaya, di Jalan Selembaran, Desa Belimbing RT 20/10 No 77, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
Sedangkan 46 korban yang mengalami luka bakar dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat seperti RS Ibu dan Anak Kosambi, Mitra Husada Teluk Naga, dan RSUD Kabupaten Tangerang.
"47 jenazah dibawa ke RS Kramat Jati, Jakarta untuk diidentifikasi. Mayoritas jenazah itu kondisinya mengenaskan dan tidak dikenali lagi," kata Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan di lokasi kejadian.
Harry menuturkan, saat ini pihaknya masih melakukan evakuasi. Sedangkan untuk penyebab dan bagaimana status dari pergudangan itu akan ditelusuri belakangan.
Sementara itu, Camat Kosambi Roni Rustani mengatakan, gudang untuk pengepakan kembang api itu efektif beroperasi sekitar dua bulan lalu,
dengan mengantongi izin domisili usaha.
"Gudang ini hanya untuk pengepakan kembang api. Sedangkan produksi dan pemasarannya kami tidak tahu. Hanya saja gudang tersebut adalah cabang dari gudang yang ada di Kapuk, Jakarta," terang Roni.
Berdasarkan data yang masuk ke pihaknya, lanjut Roni, jumlah karyawan yang bekerja sebanyak 20 orang. Namun setelah dilakukan pengecekan di lokasi ternyata jumlah karyawannya lebih dari 50 orang.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 10.00 Wib. Tiba-tiba dari dalam gudang terdengar suara ledakan yang dahsyat dibarengi kobaran api yang mengeluarkan kepulan asap hitam. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved