Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JALAN tol Cijago hingga Cinere, Kota Depok akan beroperasi dan bisa dimanfaatkan masyarakat 2018.
Dengan demikian beban lalu lintas Jalan Raya Bogor, Margonda, Ir Haji Juanda, dan Sawangan, akan berkurang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Manto Jorghi mengatakan, tol Cijago harusnya dioperasikan sebelum 2018. "Namun hal itu molor akibat terkendala pembebasan lahan, “ katanya di Depok, Rabu (25/10).
Proses pembangunan ruas jalan tol seksi II Cisalak-Kukusan, Beji, tutur Manto, sempat terhambat karena masyarakat pemilik lahan yang terkena pembebasan jalan tol seksi II Cisalak-Kukusan (Beji) menolak lahannya dibebaskan. "Namun kini pembebasan lahan telah diselesaikan," ungkap Manto.
Dengan dioperasikannya jalur seksi I, II, III dan IV tol Cijago, maka lalu lintas di Jalan Raya Bogor, Margonda, Insinyur Haji Juanda, dan Sawangan, yang menjadi andalan masyarakat Kota Depok menuju ke Jakarta akan makin lancar.
"Jalan tol Cijago sangat membantu mengatasi kemacetan yang parah di Kota Depok," tutur Manto.
Parahnya beban lalu lintas jalan di Kota Depok membuat pemerintah kota akhirnya memberlakukan sistem satu arah (SSA) di Jalan Nusantara, Jalan Dewi Sartika, dan Jalan Arif Rahman Hakim (ARH), Beji.
"Ada sekitar 32 ribu mobil dan motor dari arah Sawangan menuju ke Jalan Margonda, dan Jalan Siliwangi, Kecamatan Pancoran Mas, melintas di jalur satu arah tiap hari. Belum lagi mobil dan motor yang melintas dari arah Jalan Citayam dan Jalan Raden Ajeng Kartini yang berjumlah puluhan ribu," jelas Manto.
Untuk mengatasi kemacetan yang parah di Kota Depok, Pemkot Depok pada 2006 telah merancang membangun dua ruas tol. Rancangan pembangunan terhadap kedua ruas tol tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Depok 2006, yakni tol Cinere-Jagorawi (Cijago), dan Depok-Antasari (Desari) Jakarta.
Jalan tol Cijago membantu mengurangi beban lalu lintas di jalan Raya Bogor (Cimanggis), Jalan Ir Haji Juanda (Sukma Jaya), Kukusan (Beji), Cinere, Limo, dan Sawangan. Keberadaan tol Jagorawi diyakini menjadi alternatif masyarakat dari Depok-Bogor atau sebaliknya yang biasa menggunakan tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi).
Demikian halnya dengan jalan tol Depok-Antasari, Jakarta juga akan membantu mengurangi beban lalu-lintas jalan yang semakin padat di Jalan Sawangan dan Jalan Margonda yang menjadi jalur utama dari Depok menuju ke Jakarta.
Pembangunan Jalan Tol Desari Depok-Jakarta juga akan selesai dan beroperasi waktu dekat. Karena sudah sangat dibutuhkan masyarakat untuk kelancaran pergerakan manusia dan barang.
"Pembangunan dua infrastruktur tol menjadi tumpuan Pemkot Depok karena minimnya pembangunan jalan. Sisi lain, pembangunan ruas tol Desari juga diproyeksikan sebagai penghubung wilayah Kota Depok hingga Kota Bogor," jelas Manto.
Selain dua ruas tol, Manto mengusulkan dana APBD Dinas PUPR dari Rp350,5 miliar ditambah menjadi sebesar Rp1 trilun. Kegunaan dana itu untuk membangun fly over di atas rel kereta listrik (KRL) di Jalan Dewi Sartika, Pancoran Mas.
Usulan dana APBD sebesar Rp1 triliun tersebut untuk mengoptimalisasi kemcetan parah yang terjadi di perlintasan KRL di Jalan Dewi Sartika.
"Pembangunan fly over di ruas KRL menjadi bagian program SSA yang harus segera dikerjakan agar pengaturan arus lalu lintas kembali seperti semula," ujar Manto (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved