Perniagaan Sepi Pedagang Asemka Ogah Pindah

Akmal Fauzi
23/10/2017 20:51
Perniagaan Sepi Pedagang Asemka Ogah Pindah
(MI/Arya Manggala)

SEPINYA kawasan Pasar Perniagaan di kawasan Tambora, Jakarta Barat membuat pedagang lokasi sementara pasar Asemka enggan pindah.

Mereka memilih kembali berjualan di kawasan Asemka meski sempat direlokasi Pemprov DKI Jakarta.

"Kalau soal relokasi, kami mau saja. Tapi bagaimana di perniagaan sendiri lokasi enggak layak buat jualan. Banyak dagangan enggak laku," kata pengurus Paguyuban Loksem Asemka Maknun di Jakarta, Senin (23/10).

Relokasi di Asemka pernah dilakukan Pemkot Jakarta Barat pada 2015. Saat itu, ratusan pedagang dipindah ke Pusat Grosir Perniagaan yang jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi lama.

Namun perpindahan itu hanya sebulan. Sebab pembeli tak kunjung datang. Bahkan, lemahnya pengawasan pedagang kaki lima (PKL) liar semakin bertambah yang berjualan di sana. Sehingga hal itu memaksa pedagang lokasi sementara kembali berjualan di bawah kolong tol Asemka, Taman Sari, Jakarta Barat.

Mengenai pembangunan di kawasan Asemka yang kemudian menjadi polemik, lantaran berada di bawah jalan layang, Maknun mengatakan pergesaran sekitar 10 meter dari tempat lama itu dilakukan setelah Dinas Bina Marga melakukan pembangunan di kawasan yang sebelumnya untuk literisasi air.

Pembangunan menggunakan dana corporate social responsibility (CSR), kontraktor melakukan pengurukan dan pemasangan beton pondasi lokasi tempat berjualan. Sementara mengenai penyekatan dan rolling door dipasang oleh pihak paguyuban.

"Dan kami tidak memungut biaya. Pembangunan di sana berasal dari swadana," tuturnya.

Mengenai keberadaan PKL liar di sisi jalan, Maknun menegaskan mereka bukan merupakan pedagang yang tergabung di paguyuban. Dia mempersilakan Pemprov DKI maupun pemkot melakukan penertiban terhadap PKL di tempat itu.

"Yah silakan aja. Mereka bukan bagian kami," ucapnya

Meski demikian, bila diminta pindah lantaran pedagang berjualan di bawah kolong tol, pihak paguyuban siap akan pindah dari tempat itu dan di relokasi. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya