Kenekadan Gubernur DKI Jakarta Lawan Arus di Puncak

Dede Susianti
22/10/2017 00:28
Kenekadan Gubernur DKI Jakarta Lawan Arus di Puncak
(ANTARA/Yulius Satria Wijaya)

KEMACETAN parah di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/10) pagi, tak lepas dari nekadnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang melawan arus.

Anies dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno baru saja menghadiri acara tea walk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Gunung Mas. Acara itu sendiri tak berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat. Padahal dihadiri oleh ribuan pegawai pemerintah provinsi. Akibatnya, parkir kendaraan mereka pun menyumbang kemacetan yang menggila.

Banyaknya jumlah kendaraan dari para peserta tea walk itu, membuat kekacauan arus lalulintas di jalur Puncak. Pun demikian proses one way atau buka tutup jalan jadi berlangsung lebih lama.

Adanya kegiatan gathering dari Pemprov DKI Jakarta itu menyebabkan terjadi banyak penguncian, banyak kendaraan melambung. Praktis kondisi itu berbuah kemacetan. Kemacetannya mencapai 10 kilometer mulai dari Gadog hingga keluar/masuk Bogor.

"Kemacetan terjadi melebar hingga simpang Gadog atau kurang lebih 10 kilometer. Dari Gadog hingga entrance Bogor," kata Kasat Lantas Polres Bogor Ajun Komisaris Hasby Ristama saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Sabtu (21/10).

Kondisi itu dikeluhkan banyak pengguna jalan. Baik yang hendak ke arah Puncak atau pun sebaliknya. Warga sekitar juga merasa terganggu. Keluhan itu pun disampaikan dengan berbagai cara. Banyak warga pengguna jalan menyampaikan aksi protesnya melalui jejaring sosial.

Untuk mengatasi itu, Sat Lantas Polres Bogor pun melakukan one way (buka tutup jalur) yang diklaim jurus jitu atau solusi terbaik urai kemacetan. One way sudah dilakukan sejak pukul 07.30 WIB.

Namun saat itu, jurus tersebut kurang mempan. Malahan waktunya diperpanjang. Yang biasanya berlangsung satu jam, hari itu sekali one way berlangsung hingga lebih dari dua jam.

"Kita melaksanakan pengalihan arus kendaraan. Yang dari Gunung Mas, kita hentikan sementara. Karena memprioritaskan dari arah Jakarta menuju Puncak. Praktis untuk one way kita agak lebih ekstra, sehingga bisa lebih lama. One way dari pukul 07.30 WIB baru terbuka 09.30 WIB. Seyogyanya kita buka one way 08.30 WIB," jelas Hasby.

One way kembali dilakukan hingga pukul 13.00 WIB dan untuk one way ke bawah dilakukan pukul 14. 00 WIB.

Dampak besar yang terjadi pada arus lalu lintas di jalur Puncak itu, ternyata juga dipicu tidak adanya koordinasi antara pihak DKI Jakarta dengan Kepolisian Bogor. Tidak ada konfirmasi atau pemberitahuan bahwa akan ada kegiatan di kawasan Puncak dengan jumlah masa yang banyak. Hasby pun mengeluhkan hal tersebut.

Karena, kata Hasby, pihaknya bisa memberikan gambaran dan memberikan atau mengatur dan mengarahkan pada penggunaan jalan alternatif dan solusi lainnya.

"Puncak ini kan kondisi jalannya kecil. Kemudian jumlah pengunjung di akhir pekan meningkat. Kurang lebih 150 orang petugas kita kerahkan. Ini ditambah dengan tiba-tiba datang orang dengan jumlah hingga 15 ribuan. Kalau bawa kendaraan pribadi, sudah terbayangkan. Biasanya ada informasi dan koordinasi satu hari sebelumnya. Ini sampai hari ini, pelaksanaannya, tidak ada," ungkapnya.

Kemacetan di jalur Puncak pun harus dinikmati Anies. Bahkan dia pun sampai mengatakan kemacetan Puncak mengalahkan Jakarta. Anies terjebak macet dan terlambat sampai tujuan berikutnya setelah mengikuti acara dengan para pegawainya di Gunung Mas.

Anies sedianya tiba di Kebun Raya Bogor pukul 10.00 WIB, sesuai jadwal yang dikonfirmasi panitia penyelenggara. Anies saat itu akan menghadiri dan memberi sambutan pada acara Tepang Sono Keluaraga Alumni Gajah Mada (Kagama) Bogor Raya.

Namun karena kejebak macet, Anies baru tiba di tempat acara yakni di lapangan di Jalan Astrid, area KRB sekitar pukul 11.40-an WIB.

"Mohon maaf datangnya terlambat. Tadi saya habis dari Puncak, PNS Jakarta setahun sekali ada kegiatan outing di sana. Kami di sana pulang awal, tapi tetap saja trafficnya macet. Di Puncak itu, kalau Sabtu mengalahkan Jakarta. Jakarta kalah sama Puncak macetnya," kata Anies mengawali sambutannya di acara pertemuan itu.

Sementara itu, pada saat Anies hendak turun dan menuju Kota Bogor, kondisi di jalur Puncak saat itu sedang diberlakukan one way, yakni satu arah menuju Puncak. Jalur ditutup untuk yang dari arah Bandung atau Cianjur ke Bogor.

Namun rupanya pihak Anies tidak sabar dan takut terlambat datang ke acara. Dari pihak Anies minta dibukakan jalur. Namun dengan alasan tidak memungkinkan permintaan itu ditolak.

"Iya ada (permintaan) dari pihak Pak Anies, ajudan atau dari pemprov menelepon saya satu kali. Saat itu minta jalur dibuka. Tapi karena kondisi macet parah dan tidak memungkinkan, saya jawab tidak bisa, saya tolak," ungkap Hasby.

Saat itu, pihak kepolisian pun menyarankan pihak Anies menggunakan jalur alternatif. Salah satunya dari atau selepas (TSI) Taman Safari Indonesia.

Tapi entah karena apa alasannya, Anies tetap turun dalam kondisi jalur satu arah atau belum dibuka. Menurut polisi saat itu sekitar pukul 10.00 WIB lebih.

"Saya dapat telepon menginformasikan bahwa mereka tetap turun. Jalur masih one way. Tidak ada pengawalan dari kami. Mungkin pengawalan dari mereka," terang Hasby. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya