Posko KTP-e di TMII Tidak Berikan Layanan Instan

Nicky Aulia Widadio
21/10/2017 21:43
Posko KTP-e di TMII Tidak Berikan Layanan Instan
(MI/Adam Dwi)

KEPALA Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta Edison Sianturi menuturkan ada 1.863 orang yang datang ke posko KTP-elektronik (KTP-e) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Jumat (20/10).

Membludaknya warga yang antri disebabkan oleh viralnya informasi pembuatan KTP-e instan di posko tersebut. Edison menegaskan tidak ada pembuatan KTP-e instan di posko tersebut.

"Yang antre ada 1.863. Kalau satu orang memakan waktu 5 menit saja, kewalahan kita," kata Edison di Kawasan Argowisata Gunung Mas, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/10).

Menurut Edison, ada informasi yang viral di kalangan masyarakat bahwa posko tersebut melayani pembuatan KTP-e instan. Padahal, posko merupakan upaya Disdukcapil dan Kementerian Dalam Negeri untuk menjemput bola perekaman data KTP-e bagi warga.

Artinya, masyarakat yang belum melakukan perekaman data atau pun yang datanya belum dipastikan tunggal tidak serta merta mendapat blanko KTP-e.

"Banyak orang dari luar daerah, dan surat keterangannya itu siap cetak itu yang ada foto sama barcode. Banyak juga yang datang dipikirnya layanan instan. Termasuk yang belum punya KTP juga datang. Itu sebenarnya akibat viral, tidak ada kami umumkan itu (layanan KTP instan)," jelas Edison.

Layanan yang disediakan, sambung Edison, ialah layanan perekaman data bagi mereka yang belum pernah merekam data sama sekali. Selain itu ada pula layanan pencetakan KTP. Namun layanan pencetakan KTP ini, sekali lagi ditegaskan oleh Edison, berlaku bagi mereka yang hasil perekaman datanya telah melalui uji ketunggalan data.

Untuk mencetak KTP-e pun, sebenarnya tidak mesti dilakukan di posko tersebut. Melainkan bisa di kelurahan-kelurahan.

"Kalau memang sudah ada foto dan barcode-nya itu bisa dicetak, di kelurahan juga bisa dicetak itu, ada blankonya ada di kelurahan," tambahnya.

Saat ini, masing-masing kelurahan mendapat distribusi 100 blanko KTP-e. Jika kurang, blanko akan kembali didistribusikan. Edison menyebut distribusi blanko dilakukan tidak dalam jumlah besar untuk menghindari potensi hilangnya blanko.

Oleh sebab itu, ia menyarankan agar masyarakat juga mendatangi kantor kelurahan setempat guna melakukan perekaman atau mencetak KTP-e, dibanding harus berjauh-jauh ke TMII. Posko yang dibuka di TMII, lanjutnya, merupakan bentuk kegiatan rutin yang biasanya diselenggarakan di pameran-pameran.

Dari 1.863 warga yang antre di TMII pun, hanya 637 orang di antaranya yang KTP-e nya berhasil dicetak. Sisanya belum bisa dicetak lantaran hasil uji ketunggalan datanya belum turun. Biasanya pihak kelurahan akan menginformasikan warga yang bersangkutan jika hasil uji ketunggalan data telah keluar, sehingga KTP-e bisa dicetak.

Posko KTP-e di TMII ini akan buka hingga Minggu (22/10). Pelayanannya tidak hanya diperuntukkan bagi warga DKI Jakarta, namun juga warga dari seluruh daerah di Indonesia.

Di DKI Jakarta, Edison menyebut masih ada 39 ribu warga yang belum melakukan perekaman data. Angka tersebut sebesar 0,51% dari total 7,6 juta warga wajib KTP di DKI Jakarta.

"Kendalanya mungkin mereka ada di luar negeri, luar kota, atau sakit di rumah. Makanya kita umumkan di setiap loket kelurahan bagi orang sakit lumpuh agar datang ke kelurahan dan berikan alamatnya," ucap Edison. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya