Pembatasan Kendaraan Berat Diklaim Efektif

Gana Buana
19/10/2017 11:56
Pembatasan Kendaraan Berat Diklaim Efektif
(Kendaraan terjebak kemacetan saat melintas di Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta, Cawang, Jakarta. -- ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

UJI coba pembatasan kendaraan sumbu empat (muatan besar) di ruas Tol Jakarta-Cikampek berakhir esok, Jumat (20/10). PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek mengklaim uji coba tersebut efektif mengurai kemacetan yang terjadi di jam sibuk.

Juru Bicara PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Handoyono mengungkapkan, pembatasan kendaraan bersumbu empat di ruas tol Jakarta-Cikampek sudah dilakukans ejak Senin (16/10) kemarin. Meskipun sebetulnya ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek belum benar-benar steril dari kendaraan bermuatan berat, namun mulai pukul 06.00 sampai dengan pukul 09.00 kemacetan di ruas tol sudah mulai terurai.

"Karena uji coba ini hanya 'membatasi' bukan 'melarang', untuk angka kendaraannya baru bisa kami ungkapkan setelah evaluasi pekan depan," ungkap Handoyo, Kamis (19/10).

Handoyo menjelaskan, pada uji coba pembatasan kendaraan golongan II ke atas pihaknya memang belum merapkan sistem tilang di ruas jalan tol. Upaya yang dilakukan sejauh ini hanya berkoordinasi dengan petugas yang sudah ditempatkan di gerbang tol.

Para petugas jaga, kata handoyo, nanti akan menghalau kendaraan golongan II ke atas yang akan masuk ke ruas tol mulai pukul 06.00 sampai dengan pukul 09.00. Kendaraan akan diminta untuk menepi sejenak sampai jam pembatasan berakhir.

"Sejauh ini efektif ya, ruas jalan tol jadi lebih lenggang dari pada sebelumnya," kata Handoyo.

Ke depannya, lanjut Handoyo, pihaknya pun akan berkoordinasi dengan beberapa kawasan industri yang ada di lintas tol Jakarta-Cikampek. Tujuannya, agar pelaku industri pun bisa bekerjasama mengatur lintas truk barang milik mereka. "Kalau pengaturan ini akan kita koordinasikan dengan pelaku industri," kata Handoyo.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana menyampaikan, dengan adanya pembatasan kendaraan golongan II ke atas di ruyas jalan tol Jakarta-Cikampek nyatanya tidak berimbas ke ruas jalur arteri di Kota Bekasi. Hanya saja, jam keluar kendaraan golongan II ke atas jadi bergeser.

"Ini justru membantu mengurai kemacetan di pagi hari, beban jalan jadi ringan mulai pukul 06.00 sampai 08.30 setidaknya," kata Yayan.

Kendaraan golongan II ke atas, biasanya memang memadati jalan arteri di wilayahnya mulai pukul 05.30 sampai puku 09.00. Namun, sejak tiga hari lalu jam operasinal kendaraan tersebut justru mulai pukul 09.00 ke atas. "Sepertinya pelaku usaha juga sudah mengatur alur operasional kendaraan angkut mereka," tukas Yayan. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya