Pidato Anies Kurang Kreatif, Tidak Relevan

Dhika Kusuma Winata
17/10/2017 23:45
Pidato Anies Kurang Kreatif, Tidak Relevan
(MI/Susanto)

MEMBANGKITKAN spirit dengan cara merujuk pada masa kolonialisme tidak relevan.

Hal itu diungkapkan ahli linguistik Pangesti Wiedarti saat menanggapi pidato Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Menurutnya, istilah pribumi memang sensitif dalam konteks sosial politik Tanah Air. Pun, ia memandang Anies lebih baik untuk membangkitkan spirit warga Jakarta dengan masalah yang saat ini dihadapi warga.

"Kok pidatonya merujuk ke masa lampau? Itu kurang kreatif mengemas pidato. Sebaiknya memotivasi spirit warga Jakarta untuk bersikap positif, peduli lingkungan, tertib di jalanan, dan peduli sesama warga lain," ucapnya, Selasa (17/10).

Pangesti berpendapat pidato gubernur baru itu yang hendak membangkitkan romantisme masa lalu, tak ada lagi pengaruhnya secara kuat terhadap pembangunan ke depan.

"Sejarah sih iya. Tapi tidak signifikan dalam konteks membangun Jakarta kini," jelas pengajar pada Universitas Negeri Yogyakarta itu.

Dirinya menyarankan, ketimbang memunculkan kontroversi, pemimpin baru Ibukota tersebut sebaiknya lebih mementingkan literasi kewargaan serta literasi religiusitas untuk membangun hidup bersama dalam kota metropolitan. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya