Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA orang gembong pencurian sepeda motor yang menembak mati korbannya, Alif Rizki Maulana, 25, Selasa (17/10), terpaksa ditembak mati petugas Polres Metro Tangerang di lokasi pembuangan sampah, Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
Mereka ialah Faisal, 27 dan Fajar, 25. Keduanya merupakan pencuri motor yang tidak segan-segan menembak mati korbannya.
"Setiap beraksi, mereka selalu membawa senjata api rakitan. Dan bila kepergok korbannya, tidak segan-segan menembak," kata Kapolres Metro Tangerang, Komisaris Besar Polisi, Harry Kurniawan, Selasa.
Berdasarkan catatan, kata Kapolres, dari 50 kali beraksi sepanjang 2017, kawanan itu juga telah melakukan penembakan sebanyak dua kali di wilayah Karawaci dan Jatiuwung, Kota Tangerang. Hanya saja, dalam penembakan tersebut tidak mengenai lansung kepada korbannya.
"Waktu di Karawaci, tembakan mereka hanya bersarang di sepeda motor korban. Sedangkan di Jatiuwung mengenai tangan korban, sehingga korban masih bisa selamat setelah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk dirawat," terang Kapolres.
Sedangkan di Jalan Marsekal Suryadarma RT 05/04 Kelurahan Selapajang Jaya, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, mereka langsung mengarahkan senjata apinya ke kepala Alief yang memergokinya, sehingga pemuda tersebut tewas di tempat kejadian perkara.
Berdasarkan keterangan beberapa saksi di tempat kejadian, kata Kapolres, petugas melakukan penyelidikan secara intensif, sehingga diketahui keberadaan salah seorang pelaku yang bersembunyi di rumah kontrakan di Kawasan Binong, Kabupaten Tangerang.
"Pertama kali kami tangkap Faisal, kemudian mengembang ke Fajar yang sembunyi di lokasi pembuangan sampah di Jakarta Barat," kata Harry.
Namun, ketika Faisal diminta untuk menunjukkan tempat persembunyian Fajar, dan Fajar sudah diketahui, mereka berontak melawan petugas. Akibatnya, petugas mengarahkan senjata api ke dada pelaku hingga tewas.
"Kedua orang pelaku itu tewas di tengah perjalanan menuju RSUD Tangerang," kata Kapolres.
Sementara satu orang lainnya, Sapri, 25, yang diminta pelaku untuk menyembunyikkan senjata api di dalam tong di lokasi pembuangan sampah juga diamankan.
"Meskipun Sapri tidak ikut berbuat, ia kami amankan untuk diproses secara hukum, karena ia mau menyimpan atau menyembuyikan senjata api milik pelaku," lanjut Harry.
Sedangkan dua orang lainnya, yang juga ikut beraksi saat penembakan Alief, masuk dalam daftar pencarian orang Polres Metro Tangerang.
Adapun barang bukti yang diamankan berupa dua pucuk rakitan senjata api jenis revolver, tujuh butir peluru, dan kunci leter T. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved