Bekasi Anggarkan Rp15 Miliar untuk Mahasiswa

Gana Buana
15/10/2017 18:47
Bekasi Anggarkan Rp15 Miliar untuk Mahasiswa
(Ilustrasi)

PEMERINTAH Kota Bekasi berencana menganggarkan alokasi dana beasiswa untuk kalangan mahasiswa berprestasi yang kurang mampu. Dalam satu semester setiap mahasiswa dianggarkan akan menerima dana bantuan sebesar Rp5 juta.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah, menyampaikan, program ini baru akan dituangkan dalam Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran (TA) 2018. Pihaknya akan mengusulkan alokasi biaya dana bantuan dengan total anggaran sebesar Rp15 miliar.

"Karena satu semesternya Rp5 juta artinya setahun ya Rp10 juta. Rencananya begitu di 2018," ujar Inay, sapaan akrab Inayatullah.

Dana bantuan ini, kata dia, nantinya diperuntukan bagi siswa tingkat akhir yang akan lulus dari sekolah tingkat SMA dan SMK. Mereka yang kurang mampu dan mau melanjutkan kuliah boleh mendaftar ke kantor dinas pendidikan.

Adapun persyaratannya adalah calon mahasiswa harus dari kalangan masyarakat yang tidak mampu. Para calon mahasiswa punya peluang di universitas manapun yang akan mereka tuju. Meskipun kampus tersebut tidak berada di Kota Bekasi.

"Saat ini baru ditujukan untuk mahasiswas strata 1 atau S1. Ke depannya kami harap bisa untuk S2 dan S3," jelas dia.

Tujuan pemberian beasiswa ini, kata Inay, adalah untuk meningkatkan kualitas warga Kota Bekasi. Sehingga daya saing warga Kota Bekasi bisa bertahan di tengah gempuran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"Langkah ini juga, adalah upaya pemerintah untuk menekan angka pengangguran, kan sekarang lulusan S1 saja sudah sedikit sulit cari kerja apalagi kalau cuma SMA. Yang ada mereka enggak laku," kata Inay.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Ariyanto, mengapresiasi rencana tersebut. Langkah tersebut dinilai sebagai satu upaya pemerintah mencerdaskan anak bangsa.

"Secepatnya kami akan berkoordinasi," kata dia.

Namun, Ariyanto mengimbau agar dana beasiswa khusus mahasiswa jangan sampai tidak tepat sasaran. Sehingga niat awal tidak bisa terlaksana.

"Didata dulu siapa penerimanya, jangan sampai salah sasaran," jelas Ariyanto. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya