Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Reserse Narkoba Polda Metro Jaya meringkus lima kurir narkotika dari kelompok Aceh.
Dari kelima tersangka tersebut tim Subdit II Psikotropika mengamankan 20,4 kilogram mentamfetamine (sabu) yang dibungkus dalam kantong teh bermerk Guanyinwang. Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan mengatakan, sabu tersebut disembunyikan dalam kantong teh yang diduga berasal dari Tiongkok.
"Pengungkapan ini kami lakukan di beberapa tempat di Pengandaran, Jawa Barat dan di Koja, Jakarta Barat," jelasnya di Jakarta, Minggu (8/10).
Lima tersangka tersebut ialah Safriza bin Muhammad Zein, Razali bin Muhammad Zein, Mulyadi Zen bin Muhammad Zein, Muzzakir bin Muhammad Yusuf dan Jajang Saepudin bin Enceng Suwardi. Mereka merupakan kelompok jaringan yang mengedarkan sabu di Jakarta. Modus yang digunakan para tersangka dengan membuka empat toko obat yang berada di Koja, Jakarta Utara dan Bekasi.
"Awalnya kami mendapatkan barang ini di toko obat milik tersangka Safrizal. Kami menemukan tiga bungkus sabu 3,3 kg. Lalu dilakukan pengembangan dan akhirnya kami menemukan lagi di Pangandaran di tiga tempat," paparnya
Dari salah tempat penangkapan di Pangandaran itu lanjut Suwondo, ditemukan 11 bungkus sabu dengan berat 11,4 kg. Sabu tersebut disembunyikan di tas ransel hitam. Tidak hanya itu, 33 sabu yang sudah dibungkus dalam plastik kecil tersebut sudah siap edar.
"Jadi setelah kami mendapatkan barang bukti pertama, sabu yang lainnya sempat dibawa kabur," imbuhnya.
Dari penangkapan ini juga disita barang bukti sejumlah telepon seluler, buku rekening dan tiga kendaraan roda empat yang digunakan untuk mengangkut sabu tersebut.
Sementara itu, Kasubdit II Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Dony Alexander mengungkapkan sabu tersebut berasal dari salah satu negara pendistribusi narkotika. Namun Tiongkok diyakini masih menjadi pemasok narkoba terbanyak ke berbagai daerah di Tanah Air. Negara tersebut antara lain Malaysia, Thailand, Taiwan, India, Australia dan Belanda.
"Memang ada negara yang menjadi pemasok narkotika. Tapi untuk narkotika ini kami akan dalami terus termasuk tindak pidana pencucian uangnya (TPPU)," tandasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved