Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengelola Jalan Tol (BPJT) belum bisa memastikan besaran tarif tol layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang akan diuji coba pada akhir Oktober mendatang. Namun, diprediksi tarif ruas jalan tol layang Becakayu akan lebih mahal jika dibandingkan dengan ruas Tol Jakarta-Cikampek, Tol Dalam Kota, dan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).
Kepala BPJT, Herry Trisaputra Zuna, menyampaikan, tarif ruas jalan tol layang Becakayu masih diformulasikan oleh pemerintah. Patokan besaran tarif tersebut akan menyesuaikan eskalasi penetapan tarif baru.
"Kemungkinan tarifnya lebih mahal, satu unit mobil bisa dikenakan tarif di atas Rp10 ribu," ungkap Herry di Jakarta, Minggu (8/10).
Herry menjelaskan, penetapan tarif lebih mahal bukanlah tanpa alasan. Pemerintah berkeinginan agar jalan tol tersebut dikhususkan untuk perjalanan jarak jauh. Bila perjalanan jarak dekat, pengendara disarankan untuk menggunakan ruas jalan tol lainnya.
Tidak hanya itu, kata Herry, tujuan awal pembuatan ruas jalan tol layang Becakayu ialah untuk memecah kemacetan di ruas tol dalam kota dan ruas tol Jakarta-Cikampek. Sehingga, sasaran utama ruas tol tersebut adalah kendaraan pribadi. Kendaraan pribadi dari Bekasi menuju Jakarta, akan beralih ke ruas tol ini untuk menghindari adanya truk yang biasa melintas di ruas Jakarta-Cikampek.
"Tujuan awalnya itu, namun konstruksi setiap tol yang dibangun bisa dilalui oleh kendaraan golongan apapun, sekarang kita serahkan ke masyarakat apakah mereka setuju kendaraan berat melintas di tol tersebut," jelas Herry.
Menurut Herry, uji coba tol layang Becakayu seksi 1B dan seksi 1C bisa mulai diuji coba pada akhir Oktober. Selama sepekan masa uji coba, pihaknya bakal menggratiskan pengoperasian tol layang Becakayu seksi 1B dan 1C ini.
"Satu pekan akan kami gratiskan sambil menunggu penetapan tarif dan melihat antusiasme warga akan adanya tol ini," kata dia.
Berdasarkan pemantauan, pengerjaan tol layang Becakayu seksi 1B dan 1C sepanjang total 8,28 kilometer masih berjalan. Nantinya, transaksi gerbang tol ini menggunakan kartu elektronik (cashless) dengan sistem terbuka. Artinya, pengendara melaju di ruas tol itu dulu, sehingga transaksi dilakukan di pintu keluar.
Meski pemerintah menargetkan ruas seksi 1B dan 1C bisa dioperasikan pada awal November, namun fakta di lapangan berbeda. Untuk pembangunan jalan tol di sisi selatan atau yang mengarah ke Jakarta, tepatnya seksi 1B Cipinang Melayu-Pangkalan Jati belum rampung. Titik pembangunan yang belum tersambung tepatnya berada di dekat Universitas Borobudur. Bahkan, untuk sisi utara atau yang mengarah ke Bekasi di dekat daerah Cipinang Bali, beberapa pilar juga masih dibangun pekerja proyek.
Seperti diberitakan, pengerjaan tol layang Becakayu kembali dilanjutkan pada awal 2015 kemarin. Ruas Tol Becakayu memiliki direncanakan memiliki panjang 21 km. Pengerjaan trasenya dibagi menjadi dua seksi. Seksi pertama sepanjang 11,8 km dari DI Panjaitan sampai Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Sedangkan fase kedua dari Jakasampurna, Bekasi Barat sampai Jalan Raya Ganda Agung, Bekasi Timur sejauh 9,2 km. Namun, saat ini pengerjaan baru di seksi pertama.
Kepala Divisi III PT Waskita Karya, Dono Parwoto menyampaikan, sampai sekarang petugas BPJT didampingi PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) masih melakukan pemeriksaan di layangan. Untuk pengoperasian resmi diprediksi baru akan dimulai pada awal November 2017.
"Komponen yang diperiksa misalnya kelengkapan rambu, lampu, gerbang tol, kekuatan konstruksi dan sebagainya," ujar Dono.
Ia mengatakan, secara kasat mata ruas tol tersebut sudah siap dilalui oleh kendaraan. Bahkan beberapa rambu dan lampu penerangan jalan di seksi 1C di sisi utara dan selatan sudah dipasang. Namun untuk gerbang tol (GT) masih dilakukan pembangunan oleh pihak kontraktor.
"Pengerjaan masih kita kebut, pekerja terus bekerja secara bergantian selama 24 jam," kata dia. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved