Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JAJARAN Polsek Bantargebang membali menangkap satu orang tersangka penyerang truk sampah DKI Jakarta berinisial AR, 16. Pemuda putus sekolah tersebut mengaku dibayar untuk melakukan hal tersebut.
Kapolsek Bantargebang, Kompol Siswo, menjelaskan, AR mengaku diminta untuk melakukan penyerangan oleh tersangka berinisial IQ dan AF untuk menyerang truk sampah DKI. Dia mau menerima tawaran itu, karena mendapat upah sebesar Rp100 ribu dari IQ.
"Aktor utama IQ dan AF masih kita kejar keberadaannya," jelas Siswo, di Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/10).
Siswo menjelaskan, penangkapan AR di warung internet (warnet) di Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Sabtu (7/10) malam merupakan hasil pengembangan polisi setelah mengamankan empat remaja sebelumnya . Awalnya polisi mengamankan empat remaja berinisial TP, 15, ABM, 14, AWE, 16 dan MI, 14, karena diduga terlibat dalam aksi pelemparan batu ke arah truk sampah DKI yang melintas di Jalan Raya Siliwangi KM 10, Bantargebang, Kota Bekasi pada Kamis (5/10) pukul 23.25 WIB.
Ketika empat pelaku pertama diperiksa, mereka membantah melakukan penyerangan. Mereka mengaku, hanya ikut berkendara saja dengan dalih menjaga solidaritas sebagai teman.
"Mereka akhirnya dibebaskan karena tidak terlibat. Sedangkan AR ini tetap kita tahan karena diduga sebagai pelaku,” kata dia.
Menurut Siswo, AR lah yang menjadi pelaku penimpukan. AR bersama teman-temannya telah bersiaga di Jalan Raya Siliwangi sambil menunggu kedatangan truk sampah yang hendak ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Saat truk melintas dari arah utara menuju selatan, mereka memacu kendaraan dari arah berlawanan.
Dengan cepat, AR menimpuk kaca depan truk menggunakan batu hingga pecah. Untungnya, Agus Tinggal, sopir truk tersebut memegang kendali truk, sehingga tidak oleng ke badan maupun bahu jalan.
"Setelah pelemparan batu terjadi, anggota langsung bergerak cepat dengan menangkapnya," kata Siswo.
Namun, kata Siswo, pihaknya masih berupaya melacak keberadaan dua tersangka utama. Yakni IQ dan AF. Mereka berdua yang menawari AR ketika merayakan ulang tahun yang ke-16 untuk memecahkan kaca depan truk sampah DKI Jakarta. Aksi penyerangan itu, kata Siswo, mereka sebut sebagai pesta pecah belah dengan mengimingi taruhan uang sebesar Rp100 ribu sebagai imbalan.
"AR langsung menerima tawaran itu dengan mengambil batu di jalan dan bersiaga di lokasi menggunakan sepeda motor," kata Siswo.
Dalam aksi itu, jelas Siswo, IQ dan AF juga terlibat. Mereka berdua ikut memecahkan kaca depan truk sampah menggunakan batu bata merah. Oleh petugas, tiga batu bata merah itu telah diamankan sebagai barang bukti.
"Petugas masih mengejar dua tersangka lagi, kemungkinan mereka bersembunyi di Bogor. Secepatnya akan kami tangkap," jelasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, Isnawa Adji, mengapresiasi upaya kepolisian setempat yang berhasil menangkap pelakunya. Menurut dia, kasus tersebut sudah terjadi hingga 20 kali dalam kurun waktu sedikitnya tiga tahun. Karena itu Ia meminta agar pelaku dijerat dengan hukum yang berlaku, sehingga memberi efek jera.
"Harus ada efek jera agar pelaku tidak lagi pelakukan hal serupa," kata Isnawa.
Sebagai penanggung jawab, Isnawa mengaku selalu berpesan pada sopir truk untuk berwaspaxa terhadap aksi penyerangan serupa. Ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi susulan.
"Caranya masih kita pikirkan, namun salah satunya adalah pemasangan kawat di bagian depan kaca truk," kata Isnawa. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved