Kebakaran di Kawasan Sabang Berasal dari Restoran Clay Pot Popo

Antara
08/10/2017 13:49
Kebakaran di Kawasan Sabang Berasal dari Restoran Clay Pot Popo
(Api membakar sejumlah ruko di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Minggu (8/10). Kebakaran yang diduga diawali korsleting listrik di sebuah restoran. -- MI/Rommy Pujianto)

KEPALA Pos Polisi Sabang, Iptu Bajuri, mengatakan, hubungan pendek arus listrik atau korsleting diduga telah menyebabkan kebakaran yang menimpa sedikitnya empat toko di kawasan Sabang, Jakarta Pusat, Minggu (8/10).

"Ini masih dugaan awal dari keterangan saksi yang kami dapatkan," kata Bajuri di Sabang, Jakarta Pusat, Minggu.

Ia menambahkan, keterangan juga didapatkan dari seorang karyawan Restoran Clay Pot Popo di Jalan H Agus Salim No 23 B, Sabang, Jakarta Pusat, yang diduga menjadi tempat yang pertama kali terbakar.

Menurut keterangan salah satu saksi, Marwan, 19, karyawan Restoran Pelangi, Sabang, sekitar pukul 11.00 WIB, terdengar ledakan dari depan Restoran Clay Pot Popo di Jalan Agus Salim No 23 B, Sabang, disusul asap hitam dari atap restoran.

"Saya keluar karena kaget ada ledakan, lalu asap hitam sudah di atas toko," kata dia.

Berdasarkan keterangan Komandan Pleton Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat Ari Wibowo, saat timnya tiba di lokasi, api telah merembet hingga Studio Foto Sinar Matahari di No 22 dan Dres Kopitiam di No 23, serta satu toko di No 24 di sebelah Clay Pot Popo.

"Enam mobil pemadam kebakaran stand by untuk mengantisipasi api merembet ke toko lain karena angin cukup kencang," kata dia.

Sekitar pukul 12.00 WIB, petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api di Clay Pot Popo dan Sinar Matahari, yang dilanjutkan pemadaman api di Dres Kopitiam.

"Api cukup besar di Sinar Maatahari karena di dalam toko banyak kertas dan pigura yang mudah terbakar," kata dia.

Kapospol Sabang Iptu Bajuri mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena toko-toko tersebut masih tutup, dan khususnya di Studio Sinar Matahari yang meliburkan pegawainya setiap Minggu. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya