Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TNI Angkatan Darat membantah pelaku penganiayaan di Gandaria City, Jakarta Selatan, merupakan anggotanya. Pelaku disebut berasal dari sipil.
Kepala Dinas Penerangan AD, Brigjen TNI Alfred Denny Tuejeh, mengatakan, pihaknya telah mengantongi identitas pelaku.
"Hasil konfirmasi saya bahwa nama pelaku atas nama Dr Anwari SH SpKFR MARS MH, tidak ada di jajaran TNI AD," kata Alfred saat dimintai konfirmasi, Sabtu (7/10) malam.
Alfred tak menampik, dari nomor pelat mobil yang digunakan pelaku, memang jenis pelat khusus TNI AD. Namun, Alfred mengatakan, mobil itu merupakan mobil dinas istri si pelaku.
"Istrinya memang seorang dokter spesialis anak dan PNS di RSPAD. Mobil dinas yang digunakan adalah mobil dinas istri yang bersangkutan," ungkapnya.
Alfred menegaskan, pemberitaan yang menyebut oknum TNI AD yang menembak atau menganiaya tukang parkir di Gandaria City itu tidak benar.
"Karena pelakunya bukan prajurit TNI AD. Sekali lagi pelakunya bukan prajurit TNI AD."
Alfred menegaskan, TNI tidak dibenarkan arogan, apalagi menenteng dan menggunakan senjata sembatangan. Kalau ada anggota TNI AD yang bersikap menyalahi aturan, ia pastikan anggota itu bakal kena sanksi.
Informasi yang didapat, pelaku sudah ditangkap pihak kepolisian, tadi malam.
Seorang petugas parkir Gandaria City, Zuansyah, diduga menjadi korban pemukulan. Insiden terjadi di basement Gandaria City. Kejadian bermula saat pelaku menolak membayar parkir ketika ditagih oleh Zuansyah sampai akhirnya bersedia membayar Rp20 ribu.
Namun, pelaku justru kembali ke lokasi bersama rekannya dan memukuli Zuansyah. Tak hanya memukuli, seorang rekannya juga menembakkan senjata ke udara. Kejadian itu lalu dilaporkan ke polisi. (MTVN/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved