Warga Diimbau tidak Terprovokasi Kasus Pembubaran Kebaktian di Pulogebang

Yanurisa Ananta
25/9/2017 21:28
Warga Diimbau tidak Terprovokasi Kasus Pembubaran Kebaktian di Pulogebang
(thinkstock)

SEKRETARIS Komisi C DPRD DKI Jakarta James Arifin Sianipar mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi kasus pembubaran kegiatan rohani Sabtu Ceria di Rusun Pulogebang, Jakarta Timur, yang dilakukan seorang warga bernama Nasoem Sulaiman alias Joker.

Joker ialah tukang bangunan yang saat membubarkan kegiatan rohani tersebut turut membawa alat kerjanya berupa kampak dan gergaji.

"Kepada masyarakat jangan terprovokasi kejadian tersebut. Kami juga mendesak pemerintah dan Polda Metro Jaya menindak tegas oknum pelaku pembubaran kebaktian di atas dan memproses pelaku guna proses penegakan hukum," kata James di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (25/9).

James menambahkan, selaku perwakilan konstituen dari wilayah tersebut, malam ini ia dan semua pengurus gereja sudah berkumpul menandatangani MoU untuk perdamaian. Malam ini pula, kata dia, Wali Kota Jakarta Timur akan bertemu sejumlah tokoh masyarakat.

"Agar meredam supaya jangan lebar masalahnya," tuturnya.

Sebelumnya, Joker ialah warga rusun Pulogebang yang saat kegiatan tengah bekerja di lantai bawah. Ia secara spontan menyambangi kegiatan karena merasa terganggu.

Joker memaki-maki peserta kebaktian yang terdiri atas orang dewasa dan anak-anak. Aksi itu terekam video dan kemudian viral di media sosial.

Unit Pengelola Rumah Susun Pulogebang, Ageng Darmintono, menyebut kejadian ini adalah kali ketiga Joker melakukan hal serupa. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya