Korban Penipuan First Travel di Bekasi mulai Depresi

Gana Buana
20/8/2017 23:09
Korban Penipuan First Travel di Bekasi mulai Depresi
(MI/Adam Dwi)

SEDIKITNYA enam warga Kota Bekasi menjadi korban penipuan biro perjalanan umrah First Travel. Saat ini, korban mulai mengalami depresi dan dan jatuh sakit.

Seperti yand dialami Maryanah, 51, warga RT03/19, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat. Ia menyampaikan bahwa dirinya menyadari menjadi korban penipuan setelah hal tersebut tersiar di berbagai media massa. Ia merasa depresi tiap kali berita tersebut muncul di layar kaca.

"Beritanya kan disiarkan tiap hari, kalau denger berita itu langsung kepala saya pusing, tertekan rasanya, dada saya jadi sesak. Kenapa bisa musibah ini menimpa kami," ujar Maryanah saat ditemui di kediamannya, Minggu (20/8).

Maryanah menjelaskan, dirinya telah mendaftarkan enam orang keluarganya ke biro perjalanan umrah First Travel pada Januari 2017 lalu. Mereka tertarik dengan promo biaya perjalanan umrah sebesar Rp18 juta per orang.

Namun, setelah pendaftaran hingga Agustus 2017 memang belum ada kejelasan tentang jadwal keberangkatan ke Tanah Suci.

"Saya stres ditambah tekanan, malu sudah telanjur ratiban kan sama tetangga. Anak saya cuma bisa bilang untuk bersabar aja," kata dia.

Menurut putra Maryanah, Suhendi, 33, mayoritas keluarganya yang terkena tipu saat ini mulai menunjukkan gelagat yang kurang wajar. Bahkan, di antara korban sempat menangis histeris sambil guling-gulingan ketika ingat dia menjadi korban penipuan First Travel.

"Ibu saya depresi, dia enggak nafsu makan serta melamun dalam kondisi tertentu," kata dia.

Suhendi menjelaskan, mereka yang menjadi korban rata-rata merupakan warga menengah ke bawah. Uang pendaftaran umrah pun mereka kumpulkan dari hasil menabung sedikit demi sedikit.

Usai pendaftaran, keenam anggota keluarganya tersebut masih menunggu jadwal keberangkatan. Awalnya, jadwal mereka diuundur dengan alasan sedang ada pengurangan kuota dari Arab Saudi. Kemudian pihak biro perjalanan itu meminta tambahan biaya sebesar Rp2 juta dengan iming-iming cepat berangkat.

"Sampai waktu yang dijanjikan Juli kemarin, nyatanya belum berangkat juga," kata dia.

Kunut, 75, korban lainnya warga RT04 RW09, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondokgede, mengaku mulai sakit-sakitan kala menyadari dirinya menjadi korban penipuan First Travel. Ia mengaku telah menyetor dana sebesar Rp32 juta untuk keberangkatan umrah bersama sang istri ke Tanah Suci.

"Uangnya juga dikumpulin dari arisan, mana bayar bulanannya sampai sekarang harus saya bayar," katanya.

Saat ini, Kunut mengaku masih berharap uang yang telah disetornya tersebut bisa kembali. Sebab, uang itu ingin digunakan untuk keperluan lain.

"Enggak berharap banyak saya hanya ingin uang saya kembali," tukas dia. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya