Kasus Terduga Flu Burung Terjadi di Bekasi

Gana Buana
20/8/2017 16:56
Kasus Terduga Flu Burung Terjadi di Bekasi
(ANTARA)

KASUS suspek flu burung terjadi di Gang Gamptit, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat. Salah seorang warga, Sudiarti, 36, saat ini tengah dirawat lantaran diduga menderita penyakit flu burung.

Samin, 55, warga setempat, mengaku memang sempat melihat ada belasan petugas mendatangi kediaman Muhidin. Muhidin dikenal warga sebagai penjual berbagai macam burung. Sedangkan istrinya Sudiarti sedang dalam perawatan.

"Informasi awal katanya sakit flu burung, petugas kemudian mendatangi rumah korban untuk mengecek kebenarannya," kata Samin di lokasi, Minggu (20/8).

Ia mengatakan, petugas mengecek ke rumah Muhidin hampir seharian sejak pagi hari pada pekan lalu. Petugas mengecek dengan teliti unggas yang ada di dalam kediaman Muhidin. Menurut dia, ada bekas air minum dibawa, dan informasinya ada empat unggas yang mati juga dibawa.

Selain di kediaman Muhidin, petugas juga memeriksa sekitar tempat tinggalnya. Menurut dia, petugas kesehatan tersebut mengecek sejumlah titik yang memelihara hewan unggas.

"Bahkan kebun kosong juga diperiksa, sebab di sana ada kandang hewan unggas," ujarnya.

Samin menjelaskan, keluarga Muhidin berjualan unggas sejak tiga tahun silam. Menurut dia, keluarganya terbilang selalu menjaga kebersihan meski jualan unggas.

"Orangnya bersih, enggak jorok seperti kios burung lain," kata dia.

Berdasarkan data diperoleh, Sudiarti didiagnosis oleh sebuah rumah sakit swasta pada 13 Agustus 2017 menderita suspek flu burung. Berdasarkan pemeriksaan dokter, Sudiarti mengalami sesak pada 7 Agustus, dua hari kemudian berobat ke RS di Cibitung masuk ke ruang ICU. Diduga tak memiliki biaya cukup, Sudiarti kemudian pulang. Sudiarti diduga menderita flu burung, sebab penderitanya kontak langsung dengan unggas, karena berjualan unggas.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Sukrawati, menyampaikan, berdasarkan hasil uji laboratorium yang ia terima pasien atas nama Sudiarti negatif terkena infeksi flu burung. Pasien saat ini didiagnosis mengalami pneumonia berat, penyakit yang menyerang organ pernapasan.

"Sudah keluar hasil uji labnya kemarin, Sabtu (19/8), dan pasien negatif terkena infeksi flu burung," ujar Dezi.

Dezi menjelaskan, awalnya pasien memang didiagnosis dengan dua dugaan penyakit. Pertama penyakit pnemonia berat dan infeksi flu burung. Tanda-tanda penyakit yang diidap pasien menunjukan gejala kuat ke arah keduanya, yakni sesak bernafas dan batuk. Apalagi di rumah pasien memelihara hewan unggas.

Dari hasil pemeriksaan sementara, jelas Dezi, pasirn pun harus menjalani uji laboratorium untuk memastikan penyakitnya. Karena itu, di awal masuk rumah sakit pasien harus dirawat di ruang isolator.

"Tapi setelah hasilnya negatif pasien sudah di pindahkan ke ruang rawat biasa," jelas dia. Hingga saat ini, Dezi menyebut pasien masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Atas ancaman terjangkitnya infeksi flu burung di wilayahnya, Dezi mengimbau agar warga Kota Bekasi rutin memeriksakan hewan unggas kesayangannya pada dokter hewan. Kebersihan kandang dan tempat makan minum hewan pun harus selalu diperhatikan. Agar, hewan tersebut bebas dari ancaman infeksi flu burung.

"Yang jelas kalau punya ternak tempat minum segala macam harus dibersihin tiap hari dan jangan lupa divaksin. Agar tidak menimbulkan ancaman penyebaran penyakit," tukas Dezi. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya