Sentra PKL Jalan Cengkeh Diresmikan Agustus

Akmal Fauzi
14/7/2017 19:19
Sentra PKL Jalan Cengkeh Diresmikan Agustus
(MI/Galih Pradipta)

PROYEK pengerjaan sentra pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Cengkeh, Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat, terus dikebut. Rencana pada Agustus 2017 akan diresmikan.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Perdagangan (KUMKM-P) DKI Jakarta, Irwandi, mengatakan, pengerjaan yang dilakukan corporate social responsibility (CSR) Sampoerna Land itu sudah sekitar 70%. Dia mengatakan bahwa jumlah pedagang yang akan tertampung di tempat itu nantinya sebanyak 456 PKL.

"Dalam waktu yang tersisa, kami akan kebut pengerjaan supaya Agustus bisa diresmikan," jelas Irwandi saat dimintai konfirmasi di Jakarta, Jumat (14/7).

Pembangunan pusat PKL Jalan Cengkeh memang dilakukan menggunakan dana kewajiban kelebihan koefisien lantai bangunan Sampoerna Land.

Sampoerna Land menggelontorkan dana sebesar Rp14 miliar untuk pembangunan pusat PKL Jalan Cengkeh. PT Ciria Jasa Cipta Mandiri dan PT MAU kemudian ditunjuk oleh Sampoerna Land untuk menjadi kontraktor pembangunan.

Awalnya, proyek ini ditargetkan selesai pada Desember 2016, tetapi pengerjaannya molor. Kemudian ditargetkan kembali pengerjaan selesai pada April 2017. Namun, target itu lagi-lagi meleset.

Dari pantauan Media Indonesia, konstruksi tenda sudah mulai dibangun. Tenda akan dibuat permanen menggunakan tiang besi. Nantinya lahan seluas 1,2 hektare itu akan menyediakan parkir bus, taksi, dan motor.

Di tengah lahan, akan dibuat panggung hiburan permanen. Saat ini, sudah terdapat coran semen untuk panggung seluas sekitar 3 meter x 3 meter. Beberapa fasilitas lain seperti kamar mandi pun sedang dibangun.

Sementara itu, para pedagang PKL binaan UMKMP di Jalan Cengkeh telah direlokasi sementara ke Jalan Kunir. Para pedagang mengaku khawatir tidak mendapatkan lapak untuk berdagang.

"Kami takut nggak dapat lapak. Karena nanti banyak PKL yang dari luar ikut mendaftar," kata Hatta, 53, salah seorang pedagang.

Dia mengatakan bahwa saat ini banyak sekali PKL yang berada di sekitaran Kawasan Kota Tua. Sehingga, dikhawatirkan banyak pedagang yang tidak mendapatkan lapak untuk berjualan di Jalan Cengkeh.

Menanggapi itu, Irwandi mengatakan akan memprioritaskan PKL yang dulu berdagang di Jalan Cengkeh sebelum dibongkar. Pihaknya juga akan melakukan pengundian ke pedagang.

"Yang kami utamakan pedagang lama dulu," ujarnya.

Namun, saat ini belum ditentukan lokasinya. Sebelumnya pihaknya telah mendata PKL yang telah mendaftar sebanyak 275. Mereka semua kini berjualan sementara di Jalan Kunir sampai pembangunan selesai. Sementara, untuk PKL yang tidak kebagian lapak, pihaknya akan mencarikan lokasi lain.

"Nanti kami cari lokasi lain. Akan kami undi dulu untuk yang di Cengkeh," ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya