Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH saksi diperiksa terkait insiden pemasangan bendera mirip kelompok Islamic State (IS) di Markas Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Keterangan saksi diharapkan bisa mengungkap pelaku pemasangan bendera kelompok radikal yang berbasis di Irak dan Suriah tersebut.
"Kurang lebih enam saksi sudah kita periksa," kata Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Iwan Kurniawan, di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (5/7).
Iwan tidak merinci siapa saja saksi yang sudah dimintai keterangan. Yang jelas, beberapa di antaranya ialah anggota yang berjaga di Markas Polsek Kebayoran Lama.
Iwan mengatakan, dari keterangan saksi belum bisa diketahui pasti ciri-ciri pelaku. Termasuk, berapa jumlah pelaku yang memasang bendera IS tersebut.
"Saksi anggota hanya melihat, ada motor berhenti, setelah mengecek, motor itu sudah cepat pergi, baru terlihat ada pemasangan bendera itu," ungkap Iwan.
Keterangan para saksi, lanjut Kapolres, bakal dicocokkan dengan bukti-bukti lainnya. Salah satunya, lima rekaman kamera pengintai (CCTV) yang sudah diperoleh kepolisian. Lima CCTV, kata Iwan, saat ini tengah diperiksa di Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri.
Selasa (4/7) kemarin, orang tidak dikenal memasang bendera mirip IS di pagar depan Mapolsek Kebayoran Lama. Peristiwa itu diketahui pukul 05.30 WIB.
Mulanya, anggota yang berjaga mendengar ada suara motor yang berhenti di depan Mapolsek Kebayoran Lama. Anggota lalu keluar dan mengecek. Namun, si pemilik motor langsung kabur.
Hasil penyisiran didapati sebuah bendera dengan warna dominan hitam dengan ukuran 100 cm x 50 cm terpasang di pagar depan. Ditemukan juga satu botol air mineral ukuran satu liter berisi karton warna kuning.
Pada karton tertulis pesan teror menggunakan tulisan tangan. Ada juga lambang mirip IS di bagian akhir tulisan. (MTVN/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved