Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 10 dari 12 pasien yang masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi setiap harinya dinyatakan sakit karena keluhan kolesterol. Rata-rata keluhan pasien disebabkan oleh pola makan yang salah ketik hari raya Lebaran.
Kepala Bidang Keperawatan RSUD Kota Bekasi, dr. Sudirman menyampaikan, selama libur lebaran tiap hari pasien berobat datang ke IGD dengan keluhan kolesterol selalu ada. Mereka diperiksa di IGD, karena poliklinik di rumah sakit akan dibuka pada Senin (3/7) lusa.
"Jumlah pasien dengan keluhan kolesterol cenderung banyak lantaran pola makan yang kurang baik saat lebaran," ujar Sudirman, Sabtu (1/7).
Sudirman menjelaskan, ketika hari raya Lebaran banyak masyarakat mengonsumsi makanan bersantan dan berlemak. Keinginan mereka untuk menyantap hidangan itu sulit diredam. Sebab, mayoritas hidangan suguhan hari kemenangan ini memasak sayur bersantan dan hidangan penuh lemak.
"Padahal mengonsumsi makanan berlemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol melebihi angka normal mencapai 200 mg/dl," kata Sudirman.
Sudirman menjelaskan, ada dua risiko penyakit akibat tingginya kolesterol jahat di dalam tubuh. Pertama sakit jantung akibat adanya penyumbatan pembuluh darah di jantung karena banyaknya lemak yang menjadi plak.
Kedua, sakit stroke akibat penyumbatan pembuluh darah di otak karena banyaknya lemak yang menjadi plak. "Penyakit ini kalau tidak segera ditangani dengan baik bisa mengakibatkan kematian," jelas Sudirman.
Karena berdampak pada kematian, kata dia, maka pemerintah daerah fokus dalam meningkatkan pelayanan di rumah sakit tersebut. Pada Jumat, 10 Maret 2017 lalu Pemerintah Kota Bekasi telah menyediakan klinik kateterisasi yang dilengkapi pemasangan ring jantung di RSUD Kota Bekasi.
"Pemerintah juga telah membangun gedung RSUD baru di Jalan Mayor Oking. Rumah sakit ini melayani pengobatan bagi penderita stroke dan saraf anak," imbuhnya.
Berdasarkan catatannya, setiap hari jumlah pasien yang masuk ke IGD mencapai 60-70 orang. Keluhan penyakitnya beragam, dari penyakit jantung, stroke, diabetes, pneumonia atau radang paru-paru pada anak dan sebagainya.
Dari jumlah tersebut, kata Sudirman, 30-40 pasien harus dirawat inap, sedangkan sisanya rawat jalan karena masih bisa ditangani oleh dokter jaga IGD. "Pasien rawat inap biasanya memerlukan penanganan khusus dan pengawasan petugas dalam proses penyembuhan," ujar Sudirman.
Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Kota Bekasi, Tri Sulistianingsih menambahkan, penyakit jantung dan stroke sebetulnya bisa dicegah asal masyarakat menjaga pola makan dan rutin berolahraga. Menurut dia, orang yang rutin berolahraga memiliki risiko penyakit yang lebih rendah karena lemak di dalam tubuh terbakar akibat berolahraga.
"Perbanyak juga mengonsumsi sayuran dan buah untuk menjaga kadar kolesterol di dalam tubuh," kata Tri. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved