Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI intimidasi dan teror terhadap jemaah Ahmadiyah di Sawangan, Depaok Jawa Barat terus terjadi. Sehari menjelang Idul Fitri, Sabtu (24/6) sekelompok orang dengan mengendarai kendaraan bermotor melempari telur dan cat di halaman Mesjid Al Hidayah yang dibangun dan digunakan untuk ibadah oleh jemaah Ahmadiyah Indonesia di Sawangan Depok.
Pelaku yang terdiri dari beberapa orang tersebut melakukan aksi teror dari empat titik, di antaranya dari pagar belakang mesjid, samping masjid, gerbang depan dan bagian depan bangunan Masjid Al Hidayah. Akibatnya, beberapa halaman dan dinding di lokasi masjid berserakan kotoran telur dan cat.
Setelah melakukan aksinya, para pelaku meninggalkan lokasi dengan mengendarai sepeda motor ke arah jalan Parung Bingung. Tidak jauh dari Masjid Al Hidayah sebuah spanduk penolakan terhadap Jemaah Ahmadiyah dipasang oleh pelaku.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari beberapa saksi di lokasi peristiwa, Tim Pembela Kebebasan Sipil menemukan indikasi aksi teror tersebut. "Kami mengutuk keras atas teror yang terjadi pada Sabtu dini hari (24/6) sekitar pukul 00.30 wib di Masjid Al Hidayah, Sawangan Depok," ujar Asep Komarudin.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Tim Pembela Kebebasan Sipil juga menemukan bahwa aksi pelaku teror memiliki kemampuan penguasaan lokasi. Hal ini ditandai dengan aksi pelaku yang dilakukan di beberapa titik lokasi Masjid Al Hidayah.
Pelaku juga mengetahui waktu yang tepat melakukan aksinya yang jauh dari waktu keramaian aktifitas warga sekitar serta jalur yang dipilih arah menuju Parung Bingung yang dimaksudkan untuk menghilangkan jejak.
Selain itu, pelaku melaksanakan aksinya dengan terencana dan terorganisir. Pelaku menyasar alat pengintai (CCTV) yang terpasang di beberapa titik lokasi masjid.
Pelaku berusaha menghilangkan alat bukti berupa perekaman atas tindakan pidana yang mereka lakukan dengan melempari kamera CCTV dengan telur sehingga kamera tersebut tidak berfungsi maksimal.
Tim Pembela Kebebasan sipil masih terus mendalami motif atas teror ini. "Namun perlu diketahui berbagai peristiwa yang terjadi sebelum peristiwa teror ini merupakan petunjuk penting untuk menyimpulkan motif dari tindakan teror yang terjadi," ujar siaran persnya.
Tim mencatat, beberapa peristiwa yang dimaksud diantaranya penyegelan kembali Mesjid Al Hidayah sebagai tempat peribadatan jemaah oleh Pemkot Depok pada 3 Juni 2017.
Peristiwa lainnya, penggeledahan dan penyitaan property milik JAI Depok oleh Penyidik Polres Depok. Dua peristiwa itu kemudian memunculkan dukungan sekelompok orang yang mengadakan siaran pers dengan menyatakan dukungan penyegelan kembali Masjid Al Hidayah.
Peristiwa lainnya adalah didaftarkannya gugatan hukum oleh salah satu organisasi hak asasi manusia (Yayasan Satu Keadilan). Gugatan ini ditujukan kepada Walikota Depok dan Satpol PP Kota Depok serta pihak lainnya selaku tergugat atas penyegelan Masjid Al Hidayah.
Atas peristiwa ini, Tim Pembela Kebebasan Sipil selaku Kuasa Hukum Jamaah Ahmadiyah Indonesia Depok menyayangkan aksi teror yang terjadi dimana seluruh umat Islam tengah mempersiapkan Hari Raya Idul Fitri.
Aksi teror ini telah menodai kesucian bulan Ramadan dan peringatan Hari Raya Idul Fitri 1438 H.
Tim juga meminta kepada Polri untuk memberikan jaminan perlindungan kepada Jemaah Ahmadiyah Indonesia Depok untuk melakukan ibadah salat Id di halaman Mesjid Al Hidayah Depok.
"Atas peristiwa teror ini, kami juga meminta kepolisian untuk melakukan penegakan hukum kepada pelaku serta mengungkap motif teror," ujar Asep.
Tim juga meminta Presiden Joko Widodo agar menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintahannya untuk memastikan jaminan perlindungan kepada seluruh warga negara tanpa kecuali dalam menganut agama, keyakinan dan beribadah.
"Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi atas tindakan teror yang terjadi, tetap tenang untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 H," pungkasnya.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved