Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SESUAI rencana Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, akan melepas dua kegiatan mudik hari ini (Jumat, 24/6) pukul 07.30 WIB yaitu melepas mudik ramah anak disabilitas yang digelar Bank Syariah Mandiri (BSM) di kantor pusat BSM, Jakarta. Dilanjutkan melepas mudik bareng yang digelar Indomaret di kawasan Senayan, namun dia tidak menepati janjinya.
Sehari sebelumnya, Djarot mengatakan, dia akan menghadiri pelepasan mudik disabilitas saat ditanya agenda esok harinya.
"Besok (maksudnya Jumat-Red), saya berangkatin mudik bagi temen-temen kita yang disabel di Jalan Thamrin," kata Djarot, di Balai Kota DKI, Kamis (22/6).
Ternyata, Djarot tidak menampakan batang hidungnya di acara mudik tersebut. Dia diwakili Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede.
Mangara pun menyampaikan permintaan maaf Djarot karena tidak bisa hadir melepas para pemudik penyandang disabilitas.
Dia mengungkapkan Djarot ada tugas mendadak yang harus dilakukan.
"Permohonan maaf dari Bapak Gubernur. Tadinya beliau akan langsung memberangkatkan bapak dan ibu sekalian. Ada penugasan tiba-tiba. Ada pekerjaan beliau yang tidak bisa ditinggalkan. Saya diperintahkan mewakili beliau. Ketidakhadiran beliau semoga tidak mengurangi rasa hormat dari Pemprov DKI," kata Mangara saat memberikan sambutan dalam acara pelepasan mudik ramah anak dan disabilitas di kantor pusat Bank Syariah Mandiri, Jakarta, Jumat (23/6).
Ketidakhadiran sosok Djarot telah membuat kecewa para pemudik penyandang disabilitas. Karena mereka diberitahu, Djarot akan datang melepas mereka mudik. Soalnya mereka sangat ingin bertemu dengan Djarot, karena mengagumi sosok mantan Wali Kota Blitar itu.
"Ya kecewa lah. Saya tahu mau dilepas mudik sama Pak Djarot. Tapi kalau enggak datang ya mau gimana lagi," kata Wati, 34, penyandang tuna daksa yang akan mudik ke kota Purbalingga.
Hal senada dilontarkan Rusbini, 35, warga asal Kebumen. Dia mengharapkan Djarot dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa hadir dalam acara mudik itu.
"Saya berharap sih mereka datang. Soalnya sebelumnya juga katanya Ibu Menteri bakal hadir. Tapi dua-duanya enggak ada yang hadir. Kita kecewa. Tapi kita bersyukurlah bisa mudik gratis," kata Rubini yang juga penyandang tuna daksa.
Meski kecewa, Rubini melihat sosok Djarot sebagai pemimpin yang benar-benar memperhatikan kaum disabilitas di Jakarta. Hanya saja, mereka tetap membutuhkan perhatian dari Gubernur DKI.
"Dia baik. Dia benar-benar memperhatikan disabilitas di Jakarta. Tapi kita tetap butuh perhatian juga dari Gubernur," tuturnya.
Rubini dan Wati merupakan penyandang tuna daksa. Mereka bersama empat orang temannya menggunakan kursi roda dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Untuk mudik, BSM menyediakan dua mobil akses penyandang disabilitas dari Balai Besar vokasional bina daksa milik Kementerian Sosial. Sehingga memudahkan mereka mudik dengan tetap berada di kursi roda didalam mobil.? (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved