Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN mengklaim tidak ada peningkatan angka kejahatan jalanan (street crime) pada Ramadan tahun ini.
Pun demikian, sejumlah kasus kejahatan yang terjadi belakangan ini meresahkan masyarakat.
"Yang menjadi fenomena baru itu karena dilakukan di tempat ramai dan dilakukan dari jarak dekat," tutur Kriminolog dari Universitas Indonesia, Kisnu Widagso kepada Media Indonesia, kemarin.
Dalam waktu kurang dari sepekan terjadi dua peristiwa kejahatan yang menewaskan dua korban di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Pertama ialah perampokan yang menewaskan Davidson Tantono, 31, di SPBU Jembatan Gantung Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (9/6).
Selang dua hari, Italia Chandra Kirana Putri, 23, tewas ditembak di bagian dada oleh pencuri sepeda motor di rumahnya di kawasan Karawaci, Tangerang, Banten, Senin (12/6) siang.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, secara kuantitas, kasus kejahatan pada Ramadan tahun ini berkurang.
"Tapi dari sisi kualitas, ini memprihatinkan, membunuh dua orang karena perampokan itu. Ini efek psikologisnya tidak bagus buat masyarakat," kata dia.
Senada, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana mengatakan tingkat keamanan membaik ketimbang tahun lalu.
Menurutnya, polisi telah memetakan kelompok perampok yang memang sengaja memanfaatkan momen Ramadan untuk melancarkan aksi.
"Karena ada masyarakat yang mengambil uang, menitipkan di pegadaian (ketika Ramadan), itu jadi sasaran mereka," ujar Suntana.
Kelompok perampok yang membunuh Davidson disebut 'pemain lama' alias telah berpengalaman.
Polisi sudah menangkap empat pelaku dari kelompok itu, yakni TP, M, dan DTK, serta IR yang tewas ditembak saat ditangkap di Karawang.
Kelompok itu diperkirakan lebih dari 10 orang yang berbagi peran khusus. Mereka diduga sebagai spesialis pe-rampok nasabah bank.
"Ada mata-mata di dalam (bank) melihat orang-orang yang mengambil uang sendirian dalam jumlah besar. Lebih dari satu orang di dalam itu, menunggu, melihat, dari pagi sampai sore," papar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.
Ada juga pelaku yang berjaga di parkiran dan yang bertugas membuntuti korban.
Sementara itu, kasus percobaan pencurian sepeda motor yang menewaskan Italia masih didalami Polres Tangerang.
Polisi telah mengantongi ciri-ciri pelaku dan telah dibuat menjadi sketsa wajah lalu di-sebarkan ke masyarakat.
"Dari beberapa petunjuk maupun CCTV yang didapatkan memang spontanitas yang dilakukan terhadap korban. Nanti akan kita dalami lagi ya," kata Kapolres Tangerang Kombes Harry Kurniawan.
Jangan nekat
Meski berbagai patroli penjagaan di wilayah yang tergolong rawan telah digencarkan, polisi menilai masyarakat tetap perlu berpartisipasi menciptakan sistem pengamanan lingkungan.
"Misalnya, melalui sistem portal, siskamling, hingga menempatkan satpam. Kalau masyarakat membantu menjaga lingkungan, itu efektif," ujar Rikwanto.
Namun, bentuk partisipasi itu pun perlu kehati-hatian.
Polri mengimbau masyarakat untuk memperhitungkan keselamatan dalam menghadapi pelaku kriminal.
Pada dua kasus yang me-nimpa Davidson dan Italia, kedua korban sempat melakukan perlawanan hingga akhirnya ditembak pelaku.
"Saya ingatkan juga menghadapi penjahat juga harus diukur. Jangan sampai karena berani, tapi tak perhitungkan keselamatan. Senjata api (senpi) enggak bisa dilawan, ya biarkan, nanti urusannya sama polisi. Jadi jangan dilawan, nanti bisa jadi korban jiwa," kata dia.
Menurut Kisnu, penggunaan senpi oleh pelaku kejahatan awalnya untuk membuat mereka percaya diri dan menakuti korban.
"Bagaimana caranya mereka mendominasi kejadian. Itu berubah menjadi untuk melumpuhkan. Korban jadi tak berkutik," terangnya. (Mal/Sru/J-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved