Polisi Buru para Penadah Motor Begal

MI/NELLY MARLIANTI
03/3/2015 00:00
Polisi Buru para Penadah Motor Begal
(MI/ANGGA YUNIAR)
POLISI terus berupaya mengejar para penadah onderdil sepeda motor hasil pembegalan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku. Kapolda Metro Jaya Irjen Unggung Cahyono mengatakan polisi terus mencari tempat-tempat yang diduga menjadi tempat penadahan dan penjualan onderdil motor tersebut.

"Kemarin penjual-penjual spare part di daerah Depok sudah kami tangkap. Barang bukti sudah disita, termasuk mesin-mesin sudah dikikir, dan nomornya (seri kendaraan) sudah hilang," ujar Unggung Cahyono.

Upaya mengejar penadah, misalnya, dilakukan aparat Polres Jakarta Selatan. Sejak kemarin, polisi telah memeriksa 30 kios onderdil di wilayah Lenteng Agung. Dalam pemeriksaan itu polisi menangkap lima pemilik kios serta dua orang yang diduga sebagai penjual motor hasil curian.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKB Indra Siregar menjelaskan pihaknya tengah menggencarkan razia onderdil yang diduga merupakan hasil dari barang curian. Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai pencurian sepeda motor yang belakangan terjadi, termasuk kasus pembegalan.

"Kami akan meningkatkan operasi semacam ini karena merupakan bagian dari upaya memutus rantai pencurian sepeda motor," ujarnya.

Dia menerangkan lebih lanjut, dari hasil razia onderdil bodong yang dilakukan pihaknya kemarin ada dua tempat yang menjadi titik lokasi, yaitu Jagakarsa dan Lenteng Agung. Selain menangkap pemilik kios, polisi juga menyita sejumlah onderdil yang diduga hasil curian. Mereka ditangkap di Jalan Komjen M Yasin, Jagakarsa. "Kami tangkap karena diduga mereka menadah onderdil dari barang curian," tuturnya.

Di tempat terpisah, salah satu pedagang onderdil di Jagakarsa yang masih berjualan hari ini, Ahmad, mengaku onderdil yang dijualnya ialah titipan orang. Namun, ia mengaku tidak tahu asal muasal onderdil tersebut.

"Kalau ada orang datang mau jual atau nitip ke saya, saya tidak bertanya itu barang dari mana. Yang penting harganya cocok, ya kita jual," ungkapnya.

Toko tutup
Minggu (1/3), deretan toko penjualan onderdil motor di Kampung Buluh, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, yang biasanya ramai, tutup pascapenggerebekan yang dilakukan polisi. Suasana itu menular pada Desa Sasak Panjang yang juga diduga menjadi pusat penjualan onderdil motor hasil pembegalan. Sebagian toko di kampung yang dikenal dengan sebutan kampung loak onderdil itu juga tutup. Kawasan itu kini sepi pengunjung.

"Lokasi (jual onderdil hasil begal) bukan di sini, melainkan di Kampung Buluh. Toko-toko di sana itu baru. Kalau di sini sudah sejak lama ada," ujar Rohman, salah satu pemilik toko onderdil di Desa Sasak Panjang yang tetap membuka tokonya.

Sebelumnya, Satuan Reserse Kejahatan dan Kekerasan (Jatarnas) Polres Depok menggerebek sebuah gudang yang menampung onderdil motor dan mobil hasil curian di Kampung Buluh. Polisi menangkap seorang penadah dan empat anak buahnya, beserta dua truk onderdil motor dan mobil sebagai barang bukti.

Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, toko-toko di Desa Sasak Panjang juga menjadi tempat penjualan onderdil motor hasil pembegalan. (DD/Gol/J-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya