Strategi Sushiro Ubah Pola Konsumsi, Bidik Perluasan Pasar Sushi Jepang di Indonesia

Mirza Andreas
07/4/2026 03:01
Strategi Sushiro Ubah Pola Konsumsi, Bidik Perluasan Pasar Sushi Jepang di Indonesia
Sushiro Indonesia meluncurkan pembaruan besar melalui Renewal Grand Menu di seluruh gerainya. Mengusung kampanye 'Discover Sushi, The Sushiro Way', langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengedukasi pasar sekaligus mendorong konsumen aga(Dok. Sushiro Indonesia)

DI pasar Indonesia, konsumsi sushi masih terkonsentrasi pada menu populer seperti salmon dan varian matang. Hal ini mencerminkan adanya gap antara kekayaan menu sushi autentik Jepang dan preferensi konsumen domestik. Sushiro melihat kondisi ini sebagai peluang sekaligus tantangan dalam membangun pasar jangka panjang.

Menangkap peluang tersebut, Sushiro Indonesia meluncurkan pembaruan besar melalui Renewal Grand Menu di seluruh gerainya. Mengusung kampanye 'Discover Sushi, The Sushiro Way', langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengedukasi pasar sekaligus mendorong konsumen agar lebih berani mengeksplorasi ragam sushi autentik Jepang.

Presiden Direktur Sushiro Indonesia, Koki Hayashi, menyebutkan bahwa hambatan utama konsumen dalam mencoba menu baru terletak pada porsi dan harga yang selama ini kurang fleksibel.

"Kami melihat pelanggan sebenarnya ingin mencoba lebih banyak variasi sushi, tetapi porsi standar dua potong dan pertimbangan harga sering menjadi hambatan. Melalui porsi satu potong dan harga yang lebih terjangkau, kami ingin membuka akses eksplorasi yang lebih luas," ujarnya, Senin (6/4).

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Sushiro kini menghadirkan lebih banyak menu dalam format porsi satu potong (1-kan). Pendekatan ini memungkinkan pelanggan mencicipi lebih banyak jenis sushi dalam satu kunjungan tanpa merasa terlalu kenyang atau mengeluarkan biaya besar.

Di sisi lain, perusahaan juga merombak struktur harga dengan menghadirkan empat kategori piring, yakni Rp14.000, Rp19.000, Rp25.000, dan Rp33.000. Selain itu, kategori harga tertinggi sebelumnya dihapus sehingga menu premium seperti otoro kini dapat diakses pada kisaran harga yang lebih kompetitif.

Langkah ini mencerminkan strategi untuk menurunkan hambatan masuk sekaligus memperluas basis pelanggan, khususnya bagi konsumen yang ingin mencoba sushi autentik namun sebelumnya terbatas oleh faktor harga dan porsi.

Hasilnya mulai terlihat dalam fase uji coba. Data internal menunjukkan jumlah pelanggan meningkat 32% dan total penjualan tumbuh 14%. Salah satu indikator yang menonjol adalah peningkatan penjualan menu tuna dalam format satu potong yang melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.

"Data ini menunjukkan bahwa pasar Indonesia memiliki minat besar untuk mengeksplorasi menu autentik, selama aksesnya dibuat lebih mudah," tambah Koki Hayashi.

Dalam pembaruan menu ini, Sushiro menghadirkan berbagai pilihan, mulai dari Ebi, Hokkaido Flounder Tempura, Minced Tuna Tsutsumi, hingga Raw Shrimp yang dibanderol mulai Rp14.000. Selain itu, menu yang telah memiliki basis penggemar kuat seperti Salmon Cream Cheese Basil kini ditetapkan sebagai menu permanen.

Untuk menjaga dinamika pengalaman pelanggan, Sushiro juga mengandalkan strategi menu tematik bulanan. Pada April, perusahaan menghadirkan program Haru Matsuri yang berlangsung pada 19 Maret hingga 15 April dengan nuansa musim semi Jepang, menghadirkan menu seperti Engawa Tsutsumi dan Softshell Crab with Spicy Mayo.

Selain itu, terdapat pula program Maguro Feast yang berlangsung pada 1–15 April dan menyasar pecinta tuna melalui berbagai pilihan menu, mulai dari fresh tuna hingga sajian spesial seperti Triple Bluefin Tuna Plate seharga Rp65.000. Sebagai pelengkap, perusahaan juga rutin menghadirkan promo 'Payday' di akhir bulan guna memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus mendorong frekuensi kunjungan.

Secara global, Sushiro merupakan jaringan restoran sushi dengan penjualan terbesar di Jepang dan telah mengoperasikan lebih dari 1.000 gerai di berbagai negara. Perusahaan yang berdiri sejak 1984 ini berada di bawah naungan Food & Life Companies Ltd. 

Di Indonesia, sejak masuk pada November 2023, Sushiro telah mengoperasikan 10 gerai di pusat perbelanjaan Jakarta dan sekitarnya. Ke depan, strategi adaptasi menu dan harga yang lebih sesuai dengan karakter pasar lokal diharapkan menjadi fondasi untuk ekspansi yang lebih luas.

Melalui pendekatan ini, Sushiro tidak hanya menargetkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga berupaya membentuk pola konsumsi baru, dari yang sebelumnya terbatas pada menu populer menjadi lebih terbuka terhadap keberagaman sushi autentik Jepang. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya