Hair Tools Naik Kelas, Kini Jadi Bagian dari Rutinitas Perawatan Rambut

Putri Anisa Yuliani
28/4/2026 01:38
Hair Tools Naik Kelas, Kini Jadi Bagian dari Rutinitas Perawatan Rambut
BLIV menghadirkan hair dryer berteknologi 2 Billion Plasma Ion yang mengombinasikan ion negatif dan positif untuk membantu menjaga keseimbangan kondisi rambut selama proses pengeringan. Pendekatan ini memungkinkan rambut tetap halus, bebas frizz, terjaga k(Dok. BLIV)

PERAN hair tools dalam rutinitas kecantikan mengalami pergeseran. Tidak lagi sekadar alat styling, perangkat seperti hair dryer kini semakin diposisikan sebagai bagian dari perawatan rambut yang lebih menyeluruh, seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kesehatan rambut jangka panjang.

Perubahan ini didorong oleh kebutuhan akan rutinitas yang lebih praktis sekaligus aman. Di tengah gaya hidup serba cepat, sekitar 65% konsumen mempertimbangkan kemudahan penggunaan (convenience) sebagai faktor utama, sementara 52% lainnya memprioritaskan fitur yang lebih canggih dan fleksibel dalam menunjang aktivitas styling sehari-hari.

Di sisi lain, meningkatnya frekuensi styling mandiri di rumah turut mendorong kesadaran akan risiko paparan panas berlebih terhadap rambut. Konsumen kini mulai mencari solusi yang tidak hanya memberikan hasil instan, tetapi juga mampu menjaga kelembapan dan kesehatan rambut dalam jangka panjang.

Tren ini sejalan dengan pertumbuhan pasar hair tools global yang diproyeksikan mencapai US$39,63 miliar pada 2027, dengan pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 3,7% pada periode 2020–2027. Kebutuhan terhadap perangkat yang lebih relevan dengan gaya hidup modern pun semakin menguat.

Menjawab perubahan tersebut, sejumlah pelaku industri mulai menghadirkan inovasi yang menggabungkan performa dan perawatan. Salah satunya datang dari brand lokal BLIV, yang hadir di Indonesia sejak Februari 2026 dengan pendekatan teknologi dan personalisasi dalam produk hair tools.

BLIV menghadirkan hair dryer berteknologi 2 Billion Plasma Ion yang mengombinasikan ion negatif dan positif untuk membantu menjaga keseimbangan kondisi rambut selama proses pengeringan. Pendekatan ini memungkinkan rambut tetap halus, bebas frizz, terjaga kelembapannya, serta tampak lebih sehat dan berkilau.

Dari sisi performa, perangkat ini ditenagai motor berkecepatan tinggi hingga 110.000 RPM yang memungkinkan proses pengeringan berlangsung dalam waktu kurang dari lima menit, sekaligus membantu mengurangi paparan panas berlebih. Untuk menjaga stabilitas suhu, perangkat ini dilengkapi intelligent heat sensor, serta empat pengaturan suhu dan dua kecepatan angin dengan mode cycling temperature (30–75°C).

Fitur tambahan seperti self-cleaning function dan LED display juga dihadirkan untuk mendukung pengalaman penggunaan yang lebih praktis dan intuitif dalam rutinitas sehari-hari.

Produk ini dipasarkan dengan nama BLIV Ready, Set, Blow High Speed Plasma Hair Dryer dan dibanderol sekitar Rp1,6 juta. Selain performa, BLIV juga menghadirkan pendekatan personalisasi melalui empat pilihan warna yang merepresentasikan karakter berbeda, yakni Ashley (hitam), Sandy (cream), Rosie (pink), dan Jade (hijau).

"Seiring dengan perkembangan tersebut, kami melihat adanya pergeseran kebutuhan konsumen, di mana hair tools kini tidak hanya berfungsi sebagai alat styling, tetapi juga menjadi bagian dari rutinitas yang mendukung efisiensi hair routine," ujar Adella Andiesta, Senior Brand Development Manager BLIV.

Selain aspek teknologi, dimensi personalisasi menjadi pembeda dalam kategori ini. Hair tools tidak lagi dipandang sebagai perangkat fungsional semata, tetapi juga bagian dari ekspresi diri yang mencerminkan gaya hidup dan karakter penggunanya.

Di sisi distribusi, kehadiran produk dengan teknologi lebih advanced juga didukung oleh platform omnichannel seperti Sociolla, yang melihat pertumbuhan signifikan di kategori hair care dalam satu tahun terakhir.

"Kami melihat pertumbuhan di kategori hair care, yang menunjukkan meningkatnya minat terhadap perawatan dan styling rambut yang lebih menyeluruh. Kehadiran hair tools dengan teknologi yang lebih advanced menjadi pelengkap penting dalam ekosistem ini," ujar Chrisanti Indiana, Co-founder & CMO Sociolla.

Kehadiran BLIV di Sociolla juga mencerminkan dukungan terhadap brand lokal di tengah berkembangnya industri kecantikan berbasis teknologi. Dengan pendekatan yang menggabungkan efisiensi, kesehatan rambut, dan personalisasi, hair tools kini bergerak melampaui fungsi awalnya.

Ke depan, seiring meningkatnya kesadaran akan kesehatan rambut, hair tools diperkirakan akan terus berevolusi menjadi perangkat yang tidak hanya menunjang tampilan, tetapi juga menjaga kualitas rambut secara berkelanjutan. Pergeseran ini menandai babak baru dalam industri kecantikan, di mana batas antara styling dan perawatan semakin kabur, dan keduanya menjadi bagian dari rutinitas harian yang tidak terpisahkan. (Put/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya