Ini Kata Psikolog tentang Gaya Parenting Zaman Sekarang

Asha Bening Rembulan
22/4/2026 21:45
Ini Kata Psikolog tentang Gaya Parenting Zaman Sekarang
Psikolog Anak dan Keluarga, Irma Gustiana, di acara Konferensi Pers OREO Berbagi Seru, Perpustakaan Nasional RI (22/04/2026)(MI/Asha Bening Rembulan)

SEMAKIN berkembangnya zaman, banyak orang tua mulai tersadar akan cara parenting yang benar untuk proses tumbuh kembang anak. Kebanyakan orang tua mengadopsi pola gentle parenting kepada sang anak. 

Ditemui pada acara Konferensi Pers Peluncuran Program OREO Berbagi Seru di Perpustakaan Nasional RI hari Rabu (22/04), psikolog anak dan keluarga, Irma Gustiana, menjelaskan bahwa mendidik anak di era saat ini memiliki proses yang berbeda dibandingkan dengan cara mendidik di zaman dahulu.

Gaya VOC atau Gentle Parenting?

Dalam pola asuh anak saat ini, Irma mengakui bahwa banyak orang tua mengadopsi gaya parenting yang sangat lembut. Namun, pola asuh yang ideal haruslah penuh dengan kasih sayang dan juga ketegasan disaat yang bersamaan.

“Kalau kita punya aturan di rumah, ya, aturan tadi jangan berubah-ubah. Fleksibilitas memang diperlukan dalam kondisi tertentu, misalnya anak lagi sakit. Intinya adalah orang tua harus penuh kasih sayang, tapi tetap memiliki ketegasan,” jelas Irma (22/04).

Ia juga menyampaikan bahwa orang tua menjadi kunci pembentukan kepribadian anak. Apabila anak tumbuh di lingkungan pengasuhan yang ideal tersebut maka kepribadian yang terbentuk juga akan positif.

Keluarga jadi Lingkungan Belajar bagi Anak

Untuk perkembangan anak, proses pembelajaran harus dapat membentuk anak menjadi eksploratif dan responsif serta dilakukan secara holistik. Keluarga harus dapat menjadi lingkungan untuk anak belajar secara aktif dan tidak takut untuk bertanya.

“Anak harus diajak ikut serta jangan hanya diperintah atau diomongin saja, tetapi juga harus dicontohkan. Misal, dia diajak melipat baju, anak akan melihat dan melakukan. Walaupun salah itu tidak masalah,” kata Irma.

Ia juga menambahkan bahwa para orang tua tidak boleh memotong pembicaraan ketika anak sedang berbicara agar sang anak dapat bereksplorasi lebih jauh dan tidak malu untuk berpendapat.

Jiwa Kompetitif Itu Penting

Irma turut menyampaikan bahwa penting untuk menumbuhkan jiwa kompetitif sejak dini agar membentuk pengalaman dan kemampuan anak. Namun, jiwa kompetitif ini harus dibentuk secara positif oleh keluarga. 

Hal ini disebabkan anak-anak belum memiliki kapasitas regulasi emosi yang stabil. Mereka belum bisa memahami arti menang dan kalah sehingga yang paling penting adalah respons orang dewasa di sekitarnya. Ketika anak kalah dan mendapatkan respons yang reaktif atau marah dari orang dewasa, maka anak akan menganggap kekalahan sebagai sesuatu yang buruk dan mengancam. 

Irma menggarisbawahi pentingnya bagi orang tua untuk sadar bahwa segala ucapan dan perbuatan yang mereka lakukan kepada anak akan memberikan dampak bagi tumbuh kembang anak tersebut.

"Orang tua harus punya kesadaran penuh bahwa apa yang dia lakukan itu akan selalu punya dampak untuk perkembangan anak," ungkap Irma. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya