Industri Kecantikan Indonesia Didorong lebih Aman dan Profesional lewat Standardisasi

Haufan Hasyim Salengke
18/4/2026 21:40
Industri Kecantikan Indonesia Didorong lebih Aman dan Profesional lewat Standardisasi
Asosiasi Pengusaha Kecantikan dan Estetika Indonesia (APKEI) menekankan pentingnya standardisasi sebagai fondasi utama industri beauty nasional untuk mencegah praktik yang tidak sesuai prosedur medis maupun estetika.(Istimewa)

PERTUMBUHAN industri kecantikan dan estetika di Indonesia semakin pesat, namun di saat yang sama memunculkan tantangan serius terkait keamanan layanan dan standar kompetensi pelaku usaha. Upaya pembenahan kini mulai diarahkan pada penguatan sertifikasi dan edukasi berbasis sains.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kecantikan dan Estetika Indonesia (APKEI), Mufiana Ari Utami, menekankan pentingnya standardisasi sebagai fondasi utama industri beauty nasional, terutama untuk melindungi konsumen dari praktik yang tidak sesuai prosedur medis maupun estetika.

“Kita ingin para pelaku usaha kecantikan Indonesia memiliki daya saing global. Syarat mutlaknya adalah kompetensi yang teruji secara negara,” ujarnya, Sabtu (18/4).

Melalui berbagai inisiatif pelatihan seperti yang dikembangkan di M-Beauty Academy, pendekatan industri kecantikan mulai bergeser. Tidak lagi hanya berfokus pada teknik perawatan, tetapi juga mencakup pemahaman aspek hukum kesehatan, keamanan prosedur, hingga etika praktik.

Langkah ini dinilai penting mengingat meningkatnya permintaan layanan estetika, mulai dari perawatan kulit hingga tindakan berbasis teknologi, yang kerap dilakukan tanpa standar yang seragam. Tanpa pengawasan yang kuat, risiko bagi konsumen pun meningkat, mulai dari efek samping ringan hingga komplikasi serius.

Di sisi lain, penguatan kompetensi juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas tenaga kerja di sektor beauty. Dengan sertifikasi resmi, pelaku usaha tidak hanya memiliki legitimasi, tetapi juga peluang lebih besar untuk bersaing di pasar global.

Menurut Mufiana, kolaborasi antara pelaku industri, akademisi, dan pemerintah menjadi kunci dalam membangun ekosistem kecantikan yang sehat dan berkelanjutan. Regulasi yang jelas serta implementasi yang konsisten dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan perlindungan konsumen.

“Bagi saya, dedikasi seorang dokter tidak hanya di ruang praktik, tetapi juga dalam memberi manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.

Selain aspek keamanan, penguatan industri kecantikan juga membuka peluang ekonomi kreatif yang signifikan. Sektor ini dinilai mampu menyerap tenaga kerja, mendorong inovasi produk berbasis bahan alami, serta memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.

Ke depan, kata dia, APKEI diarahkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan industri estetika. Harapannya, setiap layanan kecantikan di Indonesia tidak hanya memberikan hasil estetis, tetapi juga menjamin keamanan, legalitas, dan kualitas yang terstandar. (B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya